Akurat
Pemprov Sumsel

Inggris Siap Akui Negara Palestina Jika Israel Gagal Penuhi Syarat Ini!

Rahmat Ghafur | 30 Juli 2025, 13:15 WIB
Inggris Siap Akui Negara Palestina Jika Israel Gagal Penuhi Syarat Ini!

AKURAT.CO Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengisyaratkan bahwa pengakuan resmi terhadap negara Palestina akan diumumkan pada Sidang Umum PBB bulan September 2025, kecuali Israel segera melakukan perubahan signifikan terkait konflik di Gaza.

Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan tinggal diam terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Prancis Akui Palestina sebagai Negara, BKSAP DPR: Langkah Berani Keberpihakan kepada Keadilan

Jika Israel tidak memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk menyetujui gencatan senjata, membuka akses bantuan kemanusiaan oleh PBB, menghentikan upaya aneksasi wilayah Tepi Barat, serta menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian jangka panjang, maka Inggris akan mengambil langkah pengakuan kenegaraan Palestina secara sepihak.

"Saya tegaskan bahwa Inggris siap mengakui negara Palestina secara resmi dalam forum PBB bulan September ini," ucap Starmer pada Selasa (29/7/2025).

Pernyataan tersebut mendapat dukungan signifikan di dalam negeri.

Sekitar 250 anggota parlemen lintas partai separuh di antaranya berasal dari Partai Buruh telah menandatangani surat yang mendesak Starmer untuk segera mengambil keputusan tersebut.

Dengan menargetkan pertemuan PBB tanggal 9 September sebagai batas waktu, Starmer berharap pendekatan ini dapat mengubah dinamika lapangan, memperlancar jalur bantuan, dan membuka kembali jalan menuju solusi dua negara yang selama ini mandek.

Apabila kebijakan itu direalisasikan, Inggris akan menjadi negara Barat kedua di antara anggota Dewan Keamanan PBB, setelah Prancis, yang secara resmi mengakui keberadaan negara Palestina.

Langkah ini menandai peningkatan tekanan internasional terhadap Israel, yang kini semakin terpinggirkan secara diplomatik akibat operasi militernya terhadap Hamas di Gaza konflik yang telah merenggut lebih dari 60 ribu nyawa warga Palestina dan memicu krisis kemanusiaan berskala besar.

Baca Juga: Presiden Prabowo Konsisten Suarakan Solusi Damai Palestina di Forum Global

Namun, respon dari pemerintahan Israel sangat keras. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuding bahwa langkah Inggris ini seolah memberi legitimasi terhadap aksi kekerasan Hamas, sekaligus menghukum para korban serangan. Ia menulis di media sosial,

"Negara jihadis di perbatasan Israel hari ini, bisa menjadi ancaman bagi Inggris besok. Penenangan terhadap teroris tidak pernah berhasil – dan tidak akan berhasil kali ini," jelas Benjamin Netanyahu.

Selain itu, Israel juga menuduh Starmer hanya mengikuti jejak Emmanuel Macron, Presiden Prancis, yang pekan lalu menyatakan niat untuk mengakui Palestina.

Mereka menilai langkah ini bisa menghambat proses pembebasan sandera dan mengabaikan kompleksitas situasi keamanan di kawasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D