Donald Trump: Keputusan Mengakhiri Perang Melawan Iran akan Dipertimbangkan Bersama Netanyahu

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan keputusan untuk mengakhiri perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran akan dipertimbangkan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut komunikasi antara Washington dan Tel Aviv terus berlangsung di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara telepon singkat dengan media The Times of Israel pada Minggu (9/3), Trump menyebut keputusan tersebut kemungkinan akan diambil secara bersama.
“Saya kira itu bersifat mutual… sebagian. Kami sudah berbicara. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua hal akan dipertimbangkan,” kata Trump saat ditanya apakah Netanyahu akan memiliki peran dalam keputusan tersebut.
Trump juga menolak berspekulasi mengenai kemungkinan Israel melanjutkan serangan militernya terhadap Iran jika Amerika Serikat menghentikan operasi militernya terlebih dahulu.
“Saya rasa itu tidak akan diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, Gedung Putih sebelumnya memperkirakan konflik akan berlangsung selama empat hingga enam minggu. Namun, dalam beberapa hari terakhir perkiraan tersebut terus berubah dan Trump berulang kali menolak menetapkan batas waktu pasti bagi operasi militernya.
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, serta personel militer Amerika di berbagai wilayah Timur Tengah. Beberapa kota di Israel juga menjadi sasaran serangan tersebut.
Sedikitnya enam personel militer AS dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan balasan Iran.
Laporan juga menyebutkan Iran beberapa kali menembakkan rudal yang dilengkapi munisi klaster ke wilayah Israel.
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Baru
Di tengah eskalasi konflik tersebut, Assembly of Experts Iran pada Minggu mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Penunjukan itu segera mendapat dukungan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








