Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Bahan Bakar Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Maskapai Asia Naikkan Tarif Tiket

Fitra Iskandar | 10 Maret 2026, 17:09 WIB
Harga Bahan Bakar Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Maskapai Asia Naikkan Tarif Tiket
Ilustrasi bandara. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Lonjakan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada industri penerbangan Asia. Sejumlah maskapai menaikkan harga tiket, menyusun rencana darurat operasional, bahkan membatalkan sebagian perjalanan wisata kelompok.

Dilaporkan Bloomberg, maskapai di India telah menaikkan tarif penerbangan jarak jauh sekitar 15 persen dan sedang mempertimbangkan kenaikan tambahan jika harga bahan bakar terus meningkat.

Sementara itu, Vietnam Airlines meminta pemerintah Vietnam menghapus pajak lingkungan untuk bahan bakar jet guna membantu menjaga kelangsungan operasional maskapai. Perusahaan tersebut menyebut biaya operasional maskapai-maskapai Vietnam meningkat sekitar 60 hingga 70 persen akibat kenaikan harga bahan bakar serta kesulitan pemasok memenuhi permintaan.

Maskapai Air New Zealand juga telah menaikkan tarif tiket satu arah kelas ekonomi. Tarif penerbangan domestik naik sekitar NZ$10 (US$5,91), penerbangan internasional jarak pendek naik NZ$20, sementara penerbangan jarak jauh naik hingga NZ$90.

Menurut maskapai tersebut, harga bahan bakar jet yang sebelumnya berada di kisaran US$85–90 per barel sebelum konflik kini melonjak hingga US$150–200 per barel dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Imbas Perang Iran, Penerbangan Pemain Timnas Indonesia dari Eropa Bisa Terganggu 

Kenaikan harga minyak dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang menyebabkan lonjakan harga energi global. Kondisi ini memicu gangguan pada industri perjalanan internasional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi perlambatan berkepanjangan dalam sektor pariwisata, termasuk kemungkinan maskapai harus mengurangi operasional atau bahkan menghentikan sementara sejumlah pesawat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan konflik tersebut kemungkinan akan segera berakhir. Pernyataan itu sempat memicu fluktuasi pasar energi, dengan harga minyak turun menjadi sekitar US$90 per barel pada Selasa setelah sempat mencapai puncak US$119 pada Senin.

Dampak konflik juga mulai terasa di sektor pariwisata Asia. Perusahaan perjalanan Korea Selatan HanaTour Service dilaporkan membatalkan sejumlah tur kelompok yang melibatkan penerbangan ke Timur Tengah, termasuk perjalanan ke Dubai maupun rute transit melalui kota tersebut menuju Eropa.

Perusahaan itu menyatakan membebaskan biaya pembatalan bagi pelanggan yang terdampak serta menghentikan seluruh paket wisata terkait Timur Tengah selama Maret.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.