Diserang Perahu dengan Bahan Peledak di Perairan Irak, Dua Kapal Tanker Terbakar

AKURAT.CO Sebanyak 38 awak kapal berhasil diselamatkan setelah dua kapal tanker minyak terbakar akibat serangan di perairan Irak. Otoritas pelabuhan Irak menyatakan tim penyelamat mengevakuasi para pelaut yang selamat dari kedua kapal tersebut, sementara satu awak dilaporkan tewas setelah ledakan dan kebakaran terjadi.
Operasi penyelamatan dilakukan oleh perusahaan pelabuhan milik negara, State Company for Ports of Iraq, setelah dua kapal tanker — Zefyros oil tanker dan Safesea Vishnu oil tanker — terbakar dalam insiden tersebut.
Dua kapal tanker itu dilaporkan diserang di kawasan Teluk Arab, di tengah meningkatnya ketegangan regional. Serangan tersebut terjadi meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran telah dikalahkan dan perusahaan minyak dapat beroperasi tanpa rasa takut.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Seorang pejabat senior Irak mengatakan kepada CNN bahwa otoritas pelabuhan negara itu menyelamatkan 38 awak dari kedua kapal tanker yang terbakar, namun satu orang dilaporkan meninggal dunia.
“Kami tidak mengetahui secara pasti sifat ledakan yang terjadi pada dua kapal tersebut,” kata Direktur Jenderal Iraqi Ports Company, Farhan al-Fartousi.
Sementara itu, laporan Reuters menyebut kedua tanker kemungkinan diserang oleh perahu yang membawa bahan peledak dan diduga berasal dari Iran.
Baca Juga: Trump Ancam Iran: Ganggu Jalur Minyak di Selat Hormuz, AS Akan Balas 20 Kali Lebih Keras
Salah satu kapal tanker diketahui berbendera Malta, sedangkan kapal lainnya berbendera Kepulauan Marshall. Kapal berbendera Malta dimiliki perusahaan yang berbasis di Yunani, sementara kapal lainnya dimiliki perusahaan asal Amerika Serikat.
Rekaman Video Tunjukkan Kobaran Api Besar
Rekaman video yang diverifikasi oleh CNN memperlihatkan kedua kapal terbakar hebat dengan api menjalar hingga ke permukaan air di sekitarnya, yang diduga akibat tumpahan minyak.
Data pelacakan kapal juga menunjukkan kedua tanker tersebut sedang berlabuh berdekatan ketika kebakaran mulai terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









