Akurat
Pemprov Sumsel

Wakil Presiden AS JD Vance Tidak Mendukung Perang Iran, Membelot dari Trump?

Fitra Iskandar | 17 Maret 2026, 09:16 WIB
Wakil Presiden AS JD Vance Tidak Mendukung Perang Iran, Membelot dari Trump?
Wakil Presiden AS JD Vance. Foto: Getty

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menjadi sorotan karena jarang berbicara secara terbuka mengenai perang Amerika Serikat dengan Iran. Sikapnya yang relatif diam muncul di tengah konflik yang semakin kompleks dan berisiko secara politik bagi Presiden Donald Trump.

Sejumlah pengamat politik menilai sikap Vance menimbulkan pertanyaan: apakah ia sengaja menjaga jarak untuk melindungi masa depan politiknya, atau memang memiliki perbedaan pandangan dengan Trump mengenai konflik tersebut.

Vance Disebut Skeptis terhadap Perang

Vance, yang merupakan veteran Perang Irak, hanya mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa diskusinya dengan Trump mengenai perang dengan Iran bersifat “rahasia”.

Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa Vance sebenarnya menentang langkah perang tersebut. Media Politico melaporkan bahwa Vance bersikap skeptis dan khawatir operasi militer itu tidak akan berhasil, mengutip seorang pejabat pemerintahan Trump yang tidak disebutkan namanya.

Pandangan serupa juga disampaikan sekutu dekat Vance, David Sacks. Dalam sebuah podcast, Sacks mengatakan Amerika Serikat sebaiknya “menyatakan kemenangan dan keluar” dari konflik Iran. Ia juga menyarankan agar Washington mendorong gencatan senjata atau penyelesaian melalui negosiasi dengan Teheran.

Trump Akui Ada Perbedaan Pandangan

Trump sendiri mengakui adanya perbedaan pandangan dengan wakil presidennya. Dalam konferensi pers pekan lalu, ia mengatakan Vance “mungkin kurang antusias” terhadap operasi militer di Iran.

Meski begitu, Trump menegaskan hubungan keduanya tetap baik. “Secara filosofis dia sedikit berbeda, tapi kami sangat akur,” kata Trump kepada wartawan.

Baca Juga: Profil JD Vance, Pendamping Donald Trump yang Akan Jadi Wapres AS Periode 2025-2029

Diamnya Vance Picu Spekulasi

Sikap Vance yang tidak terlalu vokal memicu spekulasi bahwa ia sengaja menjaga jarak dari perang yang tidak populer di kalangan publik Amerika.

Sejumlah survei menunjukkan dukungan terhadap operasi militer Amerika di Iran relatif rendah, bahkan memecah basis pendukung gerakan MAGA yang selama ini menjadi kekuatan politik Trump.

Mantan anggota DPR dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, bahkan mempertanyakan sikap Vance secara terbuka dalam wawancara dengan jurnalis Megyn Kelly.

“Di mana JD Vance?” kata Greene dalam wawancara pada 2 Maret, beberapa hari setelah perang dimulai.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.