Pekan Ketiga Perang Melawan Iran, 200 Tentara Amerika Serikat Terluka, 13 Tewas

AKURAT.CO Jumlah tentara Amerika Serikat yang terluka dalam perang melawan Iran meningkat menjadi sekitar 200 orang hingga pekan ketiga konflik, menurut pernyataan militer AS pada Senin (16/3).
Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menyebut sebagian besar korban mengalami luka ringan dan sebanyak 180 personel telah kembali bertugas. Namun, 10 di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.
Menurut CENTCOM, personel yang terluka tersebar di sejumlah negara penempatan, termasuk Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Irak, dan Israel.
Selain korban luka, sebanyak 13 tentara AS dilaporkan tewas sejak Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS setelah konflik dimulai pada 28 Februari.
Serangan Iran juga dilaporkan menghantam misi diplomatik, hotel, dan bandara, serta merusak infrastruktur energi di negara-negara Teluk Arab.
Pekan lalu, laporan Reuters menyebut jumlah tentara AS yang terluka mencapai sekitar 150 orang, menandakan meningkatnya intensitas serangan Iran.
Baca Juga: Presiden Zelensky Mengaku Amerika Serikat Meminta Bantuan Ukraina "Tutorial" Menangkal Drone Iran
Di sisi lain, militer AS telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 7.000 target di Iran selama konflik berlangsung.
Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan sekitar selusin drone MQ-9 Reaper juga telah hancur dalam perang tersebut.
Drone General Atomics MQ-9 Reaper merupakan pesawat tanpa awak yang mampu terbang di ketinggian sekitar 50.000 kaki selama lebih dari 27 jam untuk misi pengintaian menggunakan kamera, sensor, dan radar canggih.
Drone ini mulai digunakan Angkatan Udara AS sekitar 16 tahun lalu dan dapat dipersenjatai dengan rudal udara ke darat.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









