Akurat
Pemprov Sumsel

Tembakan Tank Israel Lukai Personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon Selatan

Fitra Iskandar | 18 Maret 2026, 17:04 WIB
Tembakan Tank Israel Lukai Personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon Selatan
UNIFIL. Foto: PBB

AKURAT.CO Militer Israel mengakui tembakan tanknya menghantam posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan pada 6 Maret 2026. insiden itu melukai personel penjaga perdamaian asal Ghana.

Pengakuan itu muncul setelah temuan awal penyelidikan internal PBB, yang menurut seorang sumber militer Barat kepada Reuters, mengindikasikan Israel berada di balik serangan tersebut.

UNIFIL berada di area rawan bentrokan

UNIFIL ditempatkan di Lebanon selatan untuk memantau permusuhan di sepanjang garis demarkasi dengan Israel, wilayah yang selama ini menjadi pusat bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah yang didukung Iran.

Misi penjaga perdamaian itu dijadwalkan berakhir pada akhir 2026. Namun dalam beberapa tahun terakhir, UNIFIL berulang kali berada di tengah baku tembak antara Israel dan Hizbullah. Risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai dapat meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring pertimbangan Israel untuk memperluas operasi daratnya.

Israel sebut salah identifikasi saat merespons serangan

Dalam pernyataan kepada Reuters, militer Israel menyebut pasukannya saat itu merespons tembakan rudal antitank dari Hizbullah yang melukai dua tentaranya dalam tingkat sedang.

“Penyelidikan menyeluruh yang rampung dalam beberapa hari terakhir menyimpulkan bahwa tembakan yang menghantam personel UNIFIL dilakukan secara keliru oleh pasukan Israel yang salah mengidentifikasi personel UNIFIL sebagai sumber tembakan antitank beberapa saat sebelumnya,” demikian pernyataan militer Israel.

Baca Juga: Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Dua Tewas; Serangan Meluas ke Kawasan Teluk dan Lebanon

Israel menyatakan menyesalkan insiden tersebut dan telah menyampaikan permintaan maaf melalui jalur yang sesuai kepada Ghana dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hasil penyelidikan itu, menurut militer Israel, juga telah disebarluaskan di internal angkatan bersenjata untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Temuan awal penyelidikan PBB

Lebanon terseret lebih jauh ke dalam perang di Timur Tengah setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel, yang kemudian memicu ofensif baru Israel terhadap kelompok tersebut.

Menurut sumber militer Barat, kesimpulan awal penyelidikan yang dipimpin komandan cadangan UNIFIL dengan dukungan spesialis penjinak bahan peledak menunjukkan tiga serangan ke pangkalan Al-Qawzah merupakan hantaman langsung dari meriam utama tank tempur Israel.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.