Operasi Keamanan Iran Tangkap 97 Orang yang Dituduh Terkait Israel
AKURAT.CO Kementerian Intelijen Iran menangkap 97 orang yang dituduh sebagai “tentara Israel”, menurut laporan media pemerintah pada Kamis (19/3).
Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi keamanan terbaru yang dilakukan Iran sejak pecahnya konflik. Laporan Reuters menyebut ratusan orang telah ditahan atas dugaan keterkaitan dengan Israel dan Amerika Serikat.
Pada hari yang sama, media pemerintah juga mengutip pernyataan Kepala Kepolisian Provinsi Alborz yang menyebut 41 orang ditangkap karena mengirimkan video ke media oposisi yang berbasis di luar negeri.
Sebelumnya, pada 10 Maret, Kementerian Intelijen Iran melaporkan penangkapan seorang warga negara asing bersama 30 orang lainnya yang disebut sebagai mata-mata, tentara bayaran, dan agen operasional Israel serta AS.
Gelombang penangkapan ini terjadi setelah tewasnya Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, dalam serangan yang disebut dilakukan Israel di Teheran. Kematian Khatib dikonfirmasi pada 18 Maret oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sekitar 10 hari setelah dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Di bawah kepemimpinan Khatib, peran Kementerian Intelijen Iran disebut semakin luas, termasuk membangun jaringan informan di kampus, media, komunitas minoritas, hingga kelompok aktivis. Menurut laporan The Jerusalem Post, aparat intelijen juga memantau komunikasi, mengidentifikasi penggerak aksi, dan melakukan interogasi.
Sementara itu, lembaga pemantau berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency, melaporkan hampir 200 orang telah ditangkap terkait konflik Iran dengan AS dan Israel.
HRANA menyebut penangkapan tersebut terkait berbagai tuduhan, mulai dari aktivitas di media sosial, pengiriman informasi ke media asing, spionase, hingga mengganggu ketertiban umum.
Sumber: Fox News
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









