Akurat
Pemprov Sumsel

Trump: AS akan Hancurkan Pembangkit Listrik iran, Dimulai dari yang Terbesar

Fitra Iskandar | 22 Maret 2026, 08:26 WIB
Trump: AS akan Hancurkan Pembangkit Listrik iran, Dimulai dari yang Terbesar
Donald Trump. Foto: Ist

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Sabtu malam waktu setempat. Ia menyatakan Amerika Serikat akan menyerang dan “menghancurkan” berbagai pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar, apabila akses Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya tanpa ancaman.

Trump mengunggah pernyataan itu pada pukul 19.44 waktu Timur AS, yang berarti tenggat waktu yang ia berikan jatuh pada Senin malam. Namun, ia tidak merinci pembangkit listrik mana yang dimaksud sebagai target utama.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tidak akan menunjukkan “sedikit pun pengekangan” jika infrastruktur negaranya diserang.

Pernyataan terbaru Trump dinilai sebagai eskalasi signifikan, mengingat sebelumnya ia mengatakan kepada PBS bahwa dirinya sengaja menghindari penargetan pembangkit listrik di Teheran karena dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan trauma bagi warga sipil.

Baca Juga: AS Mulai Pertimbangkan Rebut Pulau Kharg untuk Menekan Iran Membuka Selat Hormuz

Ketegangan di kawasan turut berdampak pada Selat Hormuz yang sejak awal Maret dilaporkan mengalami gangguan. Jalur ini merupakan salah satu titik vital energi dunia dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari.

Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.