Klaim Hantam 10.000 Target di Iran, AS: Kemampuan Militer Teheran Lumpuh

AKURAT.CO Amerika Serikat mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran ke Iran dalam operasi militer terbaru. Ribuan target disebut telah dihantam sejak operasi dimulai.
Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, mengatakan pasukan AS telah menyerang lebih dari 10.000 target di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di platform X pada Rabu.
Cooper menyebut serangan ke-10.000 terjadi hanya beberapa jam sebelum pernyataan tersebut disampaikan. Ia menambahkan, jumlah target yang dihantam akan jauh lebih besar jika digabungkan dengan serangan yang dilakukan Israel.
“Bersama-sama, kami telah menyerang ribuan target tambahan, yang menunjukkan bahwa kami lebih kuat saat bekerja sama,” kata Cooper.
Ia mengklaim operasi tersebut berhasil melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer Iran. Menurutnya, sekitar 92 persen kapal terbesar milik angkatan laut Iran telah dihancurkan.
“Penilaian operasi saya menunjukkan mereka kini telah kehilangan kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan laut secara signifikan di kawasan maupun secara global,” ujarnya.
Baca Juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 15 Poin AS: Kami yang Memberi Syarat untuk Mengakhiri Perang!
Cooper juga menyebut kemampuan rudal Iran mengalami penurunan drastis. Serangan terhadap fasilitas produksi rudal, drone, dan kapal perang disebut berdampak besar.
Ia mengklaim tingkat peluncuran drone dan rudal Iran turun hingga 90 persen, sementara dua pertiga kapasitas produksi militernya telah hancur atau rusak berat.
Selain itu, Angkatan Udara AS disebut telah menerbangkan lebih dari 10.000 misi tempur, yang menurutnya menunjukkan dominasi penuh di wilayah udara Iran.
“Saya sangat bangga terhadap pasukan kami, dan saya yakin rakyat Amerika juga merasakan hal yang sama,” kata Cooper.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









