Kapal Tanker Raksasa Kuwait Diserang Drone Iran di Pelabuhan Dubai

AKURAT.CO Kuwait Petroleum Corporation pada Selasa (31/3/2026) dini hari mengumumkan kapal tanker raksasa mereka, Al Salmi, menjadi sasaran serangan drone Iran pada pukul 00.10 waktu setempat saat berada di area labuh Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab. Saat kejadian, kapal tersebut dalam kondisi penuh muatan minyak mentah.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada lambung kapal dan memicu kebakaran di atas kapal. Otoritas Dubai menyatakan tim tanggap darurat berhasil mengendalikan situasi dan tidak ada korban luka di antara 24 awak kapal.
Sebelumnya, Kuwait Petroleum sempat memperingatkan potensi kebocoran minyak ke perairan sekitar. Namun, Kantor Media Dubai memastikan tidak terjadi tumpahan minyak.
Insiden ini menyoroti kerentanan jalur pelayaran komersial di kawasan Teluk di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sejak 28 Februari, Iran dilaporkan berulang kali menargetkan kapal dan infrastruktur energi di kawasan tersebut, yang berdampak pada rantai pasok global.
Menyusul kabar serangan, harga minyak dunia melonjak. Kontrak berjangka minyak di New York Mercantile Exchange naik lebih dari 3 persen menjadi 106,05 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 2,57 persen ke level 115,35 dolar AS per barel.
Pemerintah Turki sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal komersial dan infrastruktur energi tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga keamanan ekonomi global. Ankara menyerukan semua pihak menahan diri serta menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran sipil tetap aman sesuai hukum internasional.
Pejabat Turki juga terus mendorong upaya deeskalasi melalui jalur diplomatik dan mengingatkan bahwa serangan lanjutan terhadap aset energi berpotensi memperdalam krisis serta berdampak luas hingga ke luar kawasan konflik.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









