Swiss Tolak Mayoritas Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Operasi ke Iran

AKURAT.CO Pemerintah Swiss menolak sebagian besar permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam penerbangan militer menuju Iran. Penolakan tersebut didasarkan pada prinsip netralitas yang diatur dalam hukum negara itu.
Laporan kantor berita Keystone-SDA pada Rabu (1/4/2026) menyebutkan, dalam periode 5 hingga 23 Maret, Kantor Federal Penerbangan Sipil Swiss menerima 11 permohonan dari Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, hanya empat yang disetujui, sementara satu permohonan ditarik kembali.
Disebutkan pula, 13 Maret menjadi hari dengan jumlah permintaan terbanyak, yakni lima pengajuan untuk penerbangan pada 15 Maret. Selain itu, satu permohonan dari Uni Emirat Arab juga ditolak.
Sejak konflik Iran dimulai, otoritas penerbangan Swiss hanya menyetujui sekitar sepertiga dari total 12 permohonan yang diajukan negara lain untuk melintasi wilayah udara Swiss menuju Timur Tengah.
Kebijakan ini muncul di tengah kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sejumlah negara Eropa yang menolak memberikan akses udara bagi pesawat militer AS.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari. Otoritas Iran melaporkan lebih dari 1.340 orang tewas akibat serangan tersebut.
Iran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Konflik ini juga berdampak pada lonjakan harga energi global dan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap harinya.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









