Pesawat Tempur Jepang Tembakkan Suar ke Pesawat Rusia dalam Pelanggaran Wilayah Udara

AKURAT.CO Untuk pertama kalinya, pesawat tempur Jepang menembakkan suar sebagai peringatan kepada pesawat Rusia yang melanggar wilayah udaranya. Insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran meningkatnya kerja sama militer antara Rusia dan Cina di kawasan Asia Timur.
Menteri Pertahanan Jepang, Minoru Kihara, menjelaskan bahwa pesawat tempur F-15 dan F-35 dikerahkan setelah pesawat pengintai maritim Rusia, Il-38, tidak mengindahkan peringatan radio. Ini menjadi pelanggaran wilayah udara pertama oleh Rusia sejak 2019.
Pesawat Rusia tersebut diketahui memasuki wilayah udara Jepang di atas Pulau Rebun, Hokkaido, sebanyak tiga kali selama penerbangan lima jam.
"Pelanggaran wilayah udara sangat disesalkan dan hari ini kami mengajukan protes yang sangat serius kepada pemerintah Rusia melalui saluran diplomatik," ujar Kihara, dikutip dari Theguardian.com, Rabu (25/9/2024).
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, meminta agar pemerintah menanggapi insiden ini dengan tegas namun tenang, serta bekerja sama dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat.
"Kami akan menahan diri untuk tidak memberikan informasi definitif tentang maksud dan tujuan dari tindakan ini, tetapi militer Rusia telah aktif di sekitar negara kami sejak invasi Ukraina," ungkap Hayashi.
Pelanggaran ini terjadi sehari setelah kapal perang Rusia dan Cina melakukan latihan militer bersama di perairan sekitar Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang khawatir dengan meningkatnya aktivitas militer Rusia dan Cina di sekitar wilayah mereka.
Jet tempur Jepang telah dikerahkan sebanyak 669 kali sejak April 2023 hingga Maret 2024, dengan 70 persen di antaranya untuk menghadapi pesawat militer Cina.
Sengketa wilayah antara Jepang dan Rusia juga menjadi latar belakang ketegangan ini.
Jepang telah lama bersengketa dengan Rusia atas Wilayah Utara, sekelompok pulau yang diduduki Rusia sejak akhir Perang Dunia II, yang menghambat tercapainya perjanjian damai antara kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









