Setelah Trump Pidato akan Akhiri Perang, Iran Serang Bandara Kuwait dan Kapal Tanker di Qatar

AKURAT.CO Iran melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Qatar serta Bandara Kuwait pada Rabu (1/4/2026), di tengah serangan udara yang terus menggempur Teheran. Eskalasi ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan siap mengakhiri perang dalam waktu dekat.
Trump mengatakan ia dapat menarik Amerika Serikat dari konflik dalam dua hingga tiga pekan setelah yakin Iran tidak lagi mampu mengembangkan senjata nuklir, meski tanpa kesepakatan gencatan senjata dari Teheran.
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan AS mundur tanpa jaminan bahwa Iran akan menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk atau melepas kendali atas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat tersebut pada kondisi normal. Serangan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan telah mendorong harga minyak melonjak tajam dan berdampak luas pada ekonomi global.
Meski selat itu dibuka kembali, dampak seperti kenaikan harga pangan diperkirakan dapat bertahan selama berbulan-bulan.
Baca Juga: Setelah Trump, Menlu AS Marco Rubio Nyatakan Perang Iran akan Berakhir
Di sisi lain, belum jelas bagaimana sikap Israel jika AS benar-benar menarik diri tanpa kesepakatan. Nasib cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi milik Iran juga masih menjadi pertanyaan.
Pernyataan Trump dinilai memberikan sinyal yang tidak konsisten, setelah sebelumnya beberapa kali menyebut perang akan segera berakhir namun juga mengancam memperluas konflik. Sementara itu, ribuan tambahan pasukan AS dilaporkan sedang menuju Timur Tengah, memicu spekulasi terkait tujuan pengerahan tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, Trump memperingatkan akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sebelum 6 April. Ia juga mengancam akan menargetkan fasilitas ekspor minyak di Pulau Kharg serta instalasi desalinasi.
Namun pada Selasa, Trump mengatakan AS “tidak akan ada kaitannya” dengan upaya menjamin keamanan kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya siap terus bertempur. “Anda tidak bisa berbicara kepada rakyat Iran dengan bahasa ancaman dan tenggat waktu. Kami tidak menetapkan batas waktu untuk membela diri,” ujarnya.
Baca Juga: Donald Trump: Amerika Segera Meninggalkan Iran!
Ia juga mengungkapkan bahwa Iran menerima pesan langsung dari utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Namun, ia menegaskan tidak ada negosiasi langsung dan menyatakan tingkat kepercayaan terhadap AS “nol”.
Araghchi memperingatkan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan serangan darat dari AS. “Kami menunggu mereka,” katanya.
Serangan Iran pada Rabu mencakup rudal jelajah yang menghantam kapal tanker di dekat Qatar. Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
Sehari sebelumnya, kapal tanker minyak Kuwait juga diserang di dekat Dubai, menjadi bagian dari lebih dari 20 kapal yang disasar Iran sejak perang dimulai.
Di Uni Emirat Arab, satu orang dilaporkan tewas akibat terkena puing drone yang berhasil dicegat di Fujairah. Bahrain mengeluarkan dua peringatan serangan rudal, sementara di Kuwait, sebuah drone menghantam tangki bahan bakar di bandara internasional dan memicu kebakaran besar.
Dua drone juga berhasil dicegat di Arab Saudi. Sirene serangan udara sempat berbunyi di Israel, meski belum ada laporan korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







