Presiden Iran Menulis Surat Terbuka untuk Publik Amerika Serikat

AKURAT.CO Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis surat terbuka kepada publik Amerika Serikat. Ia menyerukan agar warga Negeri Paman Sam itu lebih jeli memilah informasi sehingga tidak menjadi korban misinformasi yang sengaja dilakukan di tengah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Penggambaran Iran sebagai ancaman tidak sejalan dengan realitas sejarah maupun fakta yang dapat diamati saat ini,” tulis Pezeshkian, dikutip Time, Rabu (1/4/2026).
“Persepsi tersebut merupakan produk kepentingan politik dan ekonomi pihak-pihak berkuasa—yakni kebutuhan untuk menciptakan musuh demi membenarkan tekanan, mempertahankan dominasi militer, menopang industri senjata, serta mengendalikan pasar strategis. Dalam situasi seperti ini, jika ancaman tidak ada, maka ia diciptakan.”
Surat terbuka itu dibagikan Pezeshkian melalui platform X pada Rabu sore, lebih dari sebulan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer awal ke Iran yang memicu perang.
Baca Juga: Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Akhiri Perang dengan AS-Israel, Tetapi dengan Catatan
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menyampaikan perkembangan terbaru konflik tersebut dalam pidato kepada publik Amerika pada Rabu malam.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump melalui unggahan di Truth Social mengklaim bahwa “presiden rezim baru Iran” telah meminta gencatan senjata. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut klaim tersebut “tidak benar dan tidak berdasar”, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dikutip The Associated Press.
Dalam suratnya, Pezeshkian tidak menyinggung langsung pernyataan Trump. Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak memiliki permusuhan terhadap bangsa lain, termasuk masyarakat Amerika, Eropa, maupun negara-negara tetangga.
“Terlepas dari keunggulan historis dan geografis yang dimilikinya pada berbagai periode, Iran dalam sejarah modernnya tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi,” ujarnya.
“Bahkan setelah mengalami pendudukan, invasi, dan tekanan berkepanjangan dari kekuatan global—serta memiliki keunggulan militer dibanding banyak negara tetangga—Iran tidak pernah memulai perang. Namun, Iran secara tegas dan berani selalu menolak pihak yang menyerangnya,” tegasnya.
Sumber: Time
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






