Trump Ancam Bombardir Iran hingga “Kembali ke Zaman Batu”
AKURAT.CO Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer Amerika Serikat bertajuk “Operation Epic Fury” hampir selesai. Tetapi, di sisi lain ia menegaskan AS akan meningkatkan serangan terhadap Iran dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam pidato televisi pada Kamis, Trump mengatakan militer AS hampir mencapai seluruh target di Iran dan konflik akan segera berakhir.
“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat,” kata Trump.
Ia menambahkan, “Kami akan menghantam mereka sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan mengembalikan mereka ke zaman batu.”
Trump juga mengklaim angkatan laut Iran telah “hancur”, militernya dalam kondisi “porak-poranda”, para pemimpinnya “tewas”, serta pabrik senjatanya “luluh lantak”.
“Belum pernah dalam sejarah perang musuh mengalami kerugian besar dan menghancurkan dalam waktu beberapa minggu,” ujarnya.
Meski demikian, Trump mengatakan perubahan rezim bukan tujuan utama AS, tetapi mengklaim hal itu telah terjadi dengan kepemimpinan baru yang disebutnya “lebih moderat dan rasional”.
Baca Juga: Setelah Trump, Menlu AS Marco Rubio Nyatakan Perang Iran akan Berakhir
Pernyataan Trump dan penasihatnya terkait konflik yang kini memasuki pekan kelima dinilai berubah-ubah, baik dari sisi penjelasan maupun tenggat waktu.
Di dalam negeri, mayoritas warga AS dilaporkan menolak perang tersebut, seiring lonjakan harga bahan bakar yang mencapai sekitar USD4 per liter pada Kamis (2/4/2026). Trump menanggapi hal itu dengan menyebut kenaikan harga hanya bersifat sementara dan menyalahkan Iran.
“Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya akibat rezim Iran yang meluncurkan serangan teror terhadap kapal tanker minyak komersial negara tetangga,” kata Trump.
Ia menyebut AS hampir tidak bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz, namun mendesak negara lain untuk mengambil langkah mengamankan pasokan energi mereka. Menurutnya, jalur tersebut akan kembali dibuka setelah perang berakhir.
Trump juga mengisyaratkan eskalasi konflik jika Iran tidak menyepakati tuntutan AS dalam negosiasi. Ia mengatakan AS dapat menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran secara bersamaan.
Sementara itu, Perdana Menteri Anthony Albanese mempertanyakan tujuan lanjutan perang tersebut dan memperingatkan dampak ekonomi global jika konflik berkepanjangan.
“Tidak jelas apa lagi yang harus dicapai atau seperti apa titik akhirnya. Yang jelas, semakin lama perang berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap ekonomi global,” ujar Albanese di National Press Club.
Menanggapi dinamika tersebut, Menteri Luar Negeri Penny Wong dijadwalkan bertemu secara virtual dengan mitra dari 35 negara, termasuk Italia, Prancis, Jerman, dan Jepang, untuk membahas situasi tersebut.
Menteri Pertahanan Richard Marles mengatakan pertemuan itu juga akan menilai kontribusi yang dapat diberikan untuk memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Thenewdaily
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









