Kementerian Kesehatan Israel: Lebih dari 6.500 Orang Dirawat Akibat Konflik dengan Iran

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan Israel melaporkan sebanyak 148 orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir akibat konflik dengan Iran. Dengan tambahan tersebut, total korban yang menjalani perawatan sejak awal konflik telah melampaui 6.500 orang.
Mengutip laporan The Times of Israel, dari jumlah korban dalam sehari terakhir, empat orang berada dalam kondisi sedang dan 108 lainnya dalam kondisi baik. Selain itu, lima orang masih menjalani pemeriksaan medis, sementara 31 orang dirawat akibat kecemasan.
Baca Juga: Setelah Trump Sebut Peluncur Rudal Iran Tinggal Sedikit, Tiga Gelombang Serangan Hantam Israel Utara
Sejak konflik pecah pada 28 Februari, total 6.594 orang telah dirawat di rumah sakit, dengan 124 orang di antaranya masih menjalani perawatan hingga saat ini.
Kementerian tidak merinci penyebab luka yang dialami para korban. Sebagian cedera diduga terjadi saat warga berupaya mencari perlindungan, bukan semata akibat serangan langsung seperti rudal dari Iran atau roket dari Lebanon.
Data korban mencakup warga sipil maupun personel militer.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








