Akurat
Pemprov Sumsel

Pakar Amerika Serikat: Trump Menghindari Bencana yang Ia Ciptakan Sendiri

Fitra Iskandar | 8 April 2026, 17:18 WIB
Pakar Amerika Serikat: Trump Menghindari Bencana yang Ia Ciptakan Sendiri
Ilustrasi bendera AS. Foto: Ist

AKURAT.CO Seorang pakar Amerika Serikat, Jan Hallenberg, menilai sulit melihat keuntungan yang diperoleh Washington dari konflik dengan Iran. Ia menyebut dasar negosiasi yang kini muncul justru merupakan daftar keinginan Iran sebelum perang terjadi.

Hallenberg, profesor emeritus ilmu politik, mengatakan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menempatkan dirinya dalam posisi sulit melalui ancaman keras terhadap Iran, sebelum akhirnya berupaya menghindari situasi yang lebih buruk.

“Ia menghindari bencana yang berisiko ia ciptakan sendiri,” kata Hallenberg.

Menurutnya, menyebut hasil ini sebagai kemenangan bagi Trump tidak tepat. Ia menilai langkah Washington justru menerima proposal yang sejak awal diajukan oleh Iran sebagai dasar perundingan.

Dalam jangka pendek, kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan memungkinkan kembali dibukanya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, kapal yang melintas disebut harus berkoordinasi dengan militer Iran.

Hallenberg menilai mekanisme tersebut masih belum jelas, meski Amerika Serikat menyatakan akan membantu kelancaran pelayaran.

Konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari disebut telah melemahkan kemampuan militer Iran. Namun demikian, Iran belum menunjukkan komitmen untuk menghentikan pengayaan uranium.

Dalam proposal berisi 10 poin yang diajukan Teheran, Iran menuntut agar AS mengakui haknya untuk memperkaya uranium serta mencabut seluruh sanksi. Hingga kini, Washington belum secara resmi mengonfirmasi bahwa daftar tersebut menjadi dasar negosiasi, sementara Trump menyatakan isu pengayaan uranium akan “ditangani”.

Baca Juga: AS Sepakat Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Dicibir Analis: Putin Tersenyum!

Hallenberg menilai langkah Trump mencerminkan pola kebijakan yang kerap ia lakukan.

“Ketika mencapai titik berbahaya, ia berbalik arah dan menghentikan langkahnya,” ujarnya.

Menurut Iran, terdapat 10 poin utama yang disepakati dalam kerangka awal, di antaranya penghentian agresi AS, pengakuan kontrol Iran atas Selat Hormuz, izin pengayaan uranium, pencabutan sanksi langsung dan tidak langsung, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan.

Selain itu, Iran juga menuntut pencabutan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pembayaran kompensasi, serta penghentian konflik di seluruh kawasan, termasuk terhadap kelompok yang mereka sebut sebagai “perlawanan Islam” di Lebanon.

Hallenberg menilai, dengan kondisi tersebut, posisi Amerika Serikat dalam konflik ini melemah, sementara Iran setidaknya memperoleh setengah kemenangan dari hasil yang dicapai.

Sumber: Swedenherald

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.