Akurat
Pemprov Sumsel

Trump Pertimbangkan Hukum Negara Anggota NATO karena Tidak Membantu AS Menghadapi Iran

Fitra Iskandar | 9 April 2026, 14:09 WIB
Trump Pertimbangkan Hukum Negara Anggota NATO karena Tidak Membantu AS Menghadapi Iran

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya terhadap negara-negara anggota NATO. Ia  menuduh aliansi tersebut gagal membantu Washington dalam konflik dengan Iran.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Rabu malam, Trump menyatakan NATO tidak hadir saat Amerika Serikat membutuhkan dukungan. Ia juga menyinggung isu Greenland dalam pernyataannya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pertemuan itu akan diisi dengan pembicaraan terbuka terkait kekecewaan Trump terhadap aliansi tersebut.

Dalam pengarahan kepada media sebelum pertemuan, Leavitt menyebut Trump telah membahas kemungkinan menarik Amerika Serikat dari NATO. Ia mengutip pernyataan Trump yang menyebut para sekutu “gagal” saat diuji.

Baca Juga: Trump Kecewa Berat, Ini Sejumlah Skenario AS untuk Keluar dari NATO

Laporan The Wall Street Journal menyebut Trump tengah mempertimbangkan rencana untuk menghukum negara-negara NATO yang dinilai tidak memberikan kontribusi memadai dalam perang.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memindahkan pasukan AS dari negara-negara yang dianggap tidak mendukung ke negara anggota yang dinilai membantu. Saat ini, sekitar 84.000 tentara AS ditempatkan di berbagai wilayah Eropa.

Beberapa negara disebut berpotensi menjadi sasaran, termasuk Spanyol yang menolak meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari PDB serta tidak mengizinkan penggunaan wilayah udaranya untuk serangan ke Iran. Italia sempat melarang penggunaan salah satu pangkalan udaranya di Sisilia, sementara Prancis hanya memberikan izin terbatas.

Sebaliknya, negara seperti Polandia, Lithuania, Yunani, dan Rumania disebut berpotensi mendapat keuntungan dari kebijakan tersebut karena dinilai mendukung AS. Namun, pemindahan pasukan ke negara-negara itu berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.