Iran Tetap Siaga Penuh Meski Gencatan Senjata: Amerika Tak Bisa Dipercaya!

AKURAT.CO Militer Iran menegaskan tetap dalam kondisi siaga penuh selama masa gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan juru bicara militer senior Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, di tengah meningkatnya ketegangan dan ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat serta sekutunya.
Akraminia mengatakan, pasukan Iran akan mempertahankan tingkat kesiapan tinggi meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan. Ia menegaskan Teheran “tidak mempercayai musuh sama sekali”.
“Orang Amerika, khususnya Presiden AS Donald Trump, telah membuktikan diri sepenuhnya tidak dapat dipercaya,” ujarnya, Kamis (9/4). “Tangan kami tetap berada di pelatuk sambil menunggu perintah dari pimpinan.”
Ia menambahkan, pengalaman sebelumnya, termasuk kesepakatan nuklir dan sejumlah putaran negosiasi, memperkuat keyakinan Iran bahwa lawan-lawannya tidak bisa diandalkan. Meski demikian, ia menyebut perkembangan militer terbaru dapat memicu penilaian ulang.
Akraminia juga mengklaim pasukan Iran berhasil menembak jatuh “setidaknya satu dari setiap jenis pesawat tempur canggih” yang digunakan pihak lawan. Ia menyebut hal itu sebagai bagian dari keberhasilan strategi Iran dalam melemahkan posisi Amerika Serikat di tingkat regional maupun internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan udara Israel ke Lebanon. Pemerintah Iran menuduh Israel melanggar gencatan senjata yang disebut dimediasi oleh Pakistan dan mencakup beberapa wilayah, termasuk Lebanon.
Sebelumnya, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan Israel “tidak memahami arti gencatan senjata” dan berjanji akan memberikan respons tegas jika serangan kembali terjadi.
Otoritas Lebanon melaporkan serangan pada Rabu (8/4) menyasar sejumlah wilayah, termasuk Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa, yang menyebabkan korban sipil dalam jumlah signifikan.
Eskalasi ini terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya telah menyepakati gencatan senjata segera. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut, yang oleh Iran dianggap sebagai pelanggaran.
Situasi di kawasan masih bergejolak. Pelanggaran lanjutan dikhawatirkan dapat menggagalkan gencatan senjata yang rapuh dan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Sumber: Libyanexspress
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








