Telepon Netanyahu, Donald Trump Tekan Israel untuk Kurangi Serangan ke Lebanon

AKURAT.CO Tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan serangan di Lebanon meningkat pada Kamis (9/4/2026) malam, seiring bertambahnya korban jiwa dan kerusakan. Situasi ini juga dipicu ancaman Iran yang menyatakan tidak akan menghadiri perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad jika gencatan senjata di Lebanon tidak tercapai.
Teheran menyebut penghentian serangan di Lebanon sebagai salah satu syarat resmi dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Washington.
Laporan Reuters menyebutkan, Presiden AS Donald Trump dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sehari sebelumnya meminta agar serangan ke Lebanon dikurangi demi mendukung keberhasilan negosiasi dengan Iran.
Mengutip pejabat senior pemerintah AS, laporan itu menyebut Washington dan Israel sepakat bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata. Meski demikian, Israel disebut bersedia menjadi “mitra yang membantu” dalam proses tersebut.
Panggilan telepon itu dilakukan setelah Netanyahu pada Rabu (8/4/2026) menyatakan secara terbuka bahwa Israel akan terus melancarkan serangan ke Lebanon dengan kekuatan penuh.
Tak lama setelah itu, Netanyahu mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang perundingan langsung dengan Lebanon. Ia mengaku telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan tersebut.
“Perundingan akan berfokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan pembentukan hubungan damai antara Israel dan Lebanon,” ujarnya. Ia juga menyambut seruan perdana menteri Lebanon untuk melakukan demiliterisasi Beirut.
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz turut mengkritik keras serangan Israel. Ia memperingatkan bahwa intensitas serangan tersebut berpotensi merusak seluruh proses perdamaian.
Merz mengatakan dirinya bersama sejumlah pihak telah mendesak Israel sehari sebelumnya untuk menghentikan serangan. Ia juga menyebut Menteri Luar Negeri Jerman telah dua kali berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar.
Selain itu, Merz mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Trump dan menegaskan bahwa Jerman ingin melanjutkan dialog dengan Iran guna “berkontribusi pada perundingan perdamaian.”
Sumber: Yeni Safak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









