Serangan Udara Militer Nigeria Salah Sasaran, Lebih dari 100 Warga Sipil Tewas

AKURAT.CO Serangan udara Angkatan Udara Nigeria yang menargetkan kelompok jihadis justru menghantam pasar lokal di wilayah timur laut Nigeria, menewaskan lebih dari 100 warga sipil, termasuk anak-anak, serta melukai banyak lainnya. Insiden tersebut dilaporkan kelompok hak asasi manusia dan media lokal pada Minggu (12/42026). Pemerintah mengakui terjadi salah sasaran, namun tidak merinci penyebabnya.
Amnesty International menyebut, berdasarkan keterangan para korban selamat, sedikitnya 100 orang tewas dalam serangan yang terjadi Sabtu di sebuah desa di Negara Bagian Yobe, dekat perbatasan Borno—wilayah yang menjadi pusat pemberontakan jihadis selama lebih dari satu dekade.
Direktur Amnesty International Nigeria, Isa Sanusi, mengatakan pihaknya memiliki dokumentasi korban, termasuk anak-anak. “Kami berkomunikasi dengan warga di lokasi, pihak rumah sakit, serta petugas yang menangani korban,” ujarnya kepada Associated Press.
Seorang petugas di Rumah Sakit Umum Geidam, Yobe, menyebut sedikitnya 23 korban luka tengah menjalani perawatan. Ia enggan disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.
Baca Juga: Militer Nigeria Selamatkan 31 Sandera Serangan di Gereja saat Perayaan Paskah, Lima Orang Tewas
Insiden salah sasaran seperti ini kerap terjadi di Nigeria, di mana militer rutin melakukan serangan udara untuk melawan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah hutan luas. Berdasarkan data Associated Press, sedikitnya 500 warga sipil tewas sejak 2017 akibat insiden serupa. Analis keamanan menilai hal ini dipicu kelemahan intelijen serta kurangnya koordinasi antara pasukan darat, udara, dan pihak terkait.
Pasar yang menjadi lokasi kejadian diketahui berada di wilayah terpencil dekat perbatasan Borno-Yobe dan kerap dimanfaatkan anggota Boko Haram untuk membeli logistik.
Abdulmumin Bulama, anggota kelompok keamanan sipil yang bekerja sama dengan militer Nigeria, menyatakan terdapat informasi intelijen mengenai keberadaan militan Boko Haram di sekitar pasar yang diduga tengah merencanakan serangan. “Informasi itu dibagikan dan Angkatan Udara bertindak berdasarkan data yang dianggap kredibel,” ujarnya.
Pemerintah Negara Bagian Yobe dalam pernyataan resmi menyebut serangan militer memang ditujukan ke basis Boko Haram di wilayah tersebut, namun mengakui “sejumlah warga yang berada di pasar mingguan Jilli turut terdampak.”
Badan Penanggulangan Bencana Yobe juga mengonfirmasi adanya korban dari kalangan pedagang dan menyatakan telah mengirim tim tanggap darurat ke lokasi.
Sementara itu, militer Nigeria menyatakan telah melakukan serangan yang berhasil terhadap “basis teroris dan pusat logistik” milik kelompok jihadis, yang menewaskan sejumlah militan yang menggunakan sepeda motor. Militer tidak menyinggung adanya salah sasaran, namun menegaskan penggunaan sepeda motor dilarang di wilayah konflik dan setiap aktivitas di area terbatas akan ditindak tegas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








