Sambut Gencatan Senjata Israel-Hizbullah, Presiden Joseph Aoun: Lebanon Bukan Medan Perang Pihak Lain

AKURAT.CO Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Jumat waktu setempat menyatakan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Hizbullah menandai awal “fase baru” bagi negaranya. Gencatan senjata itu juga sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan permanen dengan Israel.
Dalam pidato kepada publik, Aoun menegaskan Lebanon tidak lagi menjadi “arena bagi perang pihak lain”, merujuk pada keterlibatan kelompok bersenjata Hizbollah yang didukung Iran.
Konflik terbaru bermula pada 2 Maret ketika Hizbullah melancarkan serangan ke Israel, yang disebut sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Israel kemudian membalas dengan serangan udara dan operasi darat ke wilayah Lebanon.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan hampir 2.300 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.
“Kini kita berada di hadapan fase baru, yaitu transisi dari gencatan senjata menuju kesepakatan permanen yang menjaga hak rakyat, keutuhan wilayah, dan kedaulatan negara,” ujar Aoun.
Ia juga menyatakan pemerintah Lebanon telah “mengambil kembali kendali keputusan nasional” untuk pertama kalinya dalam hampir 50 tahun.
“Sekarang kita bernegosiasi untuk diri kita sendiri. Kita bukan lagi pion dalam permainan siapa pun atau medan perang bagi pihak lain,” katanya.
Sejak Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam dilantik tahun lalu, pemerintah di Beirut mengambil sejumlah langkah terhadap Hizbullah, termasuk komitmen untuk melucuti persenjataan kelompok tersebut pada Agustus, serta melarang aktivitas militernya setelah pecahnya konflik terbaru.
Hizbullah merupakan satu-satunya kelompok yang tetap mempertahankan senjata setelah perang saudara Lebanon 1975–1990, dengan alasan perlawanan terhadap Israel, meski Israel telah menarik pasukannya dari Lebanon pada 2000.
Dalam pidatonya, Aoun juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang berperan dalam tercapainya gencatan senjata, termasuk Arab Saudi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan tercapainya gencatan senjata dan menyebut Aoun serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan akan berkunjung ke Gedung Putih dalam beberapa hari ke depan.
Gencatan senjata ini terjadi setelah pertemuan antara duta besar Lebanon dan Israel di Washington, yang menjadi pertemuan langsung pertama kedua negara dalam beberapa dekade, mengingat keduanya secara teknis masih berstatus perang sejak 1948.
Aoun menegaskan bahwa negosiasi dengan Israel bukan bentuk kelemahan atau konsesi.
“Negosiasi tidak berarti melepaskan hak, mengorbankan prinsip, atau mengurangi kedaulatan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan tujuan utama Lebanon adalah menghentikan serangan Israel, memastikan penarikan pasukan, memperluas otoritas negara di seluruh wilayah, serta menjamin kepulangan warga yang mengungsi dan para tahanan.
Sumber: Euronews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








