Trump Ultimatum Iran, Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik dan Jembatan: No More Mr. Nice Guy!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan pernyataan keras terhadap Iran terkait insiden di Selat Hormuz.
Trump menuduh Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melakukan penembakan terhadap sejumlah kapal di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut beberapa peluru yang ditembakkan diduga mengarah ke kapal milik Prancis dan kapal kargo asal Inggris.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Trump juga menyinggung langkah Iran yang mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Menurutnya, kebijakan tersebut justru merugikan Iran sendiri secara ekonomi.
“Iran menutup Selat Hormuz, padahal blokade sudah membuat jalur itu tertutup. Mereka justru merugikan diri sendiri hingga ratusan juta dolar per hari,” ujarnya, dikutip pada Minggu (19/4/2026).
Selain itu, Trump mengklaim bahwa situasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap Amerika Serikat.
Baca Juga: Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal, Picu Kekhawatiran di Tengah Lonjakan Program Nuklir
Ia bahkan menyebut sejumlah kapal kini beralih menuju pelabuhan di wilayah AS, seperti Texas, Louisiana, dan Alaska.
Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengirim perwakilan ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan negosiasi lebih lanjut terkait situasi ini.
Namun, dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman keras terhadap Iran.
Ia menyatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, Amerika Serikat siap mengambil langkah tegas.
“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya berharap mereka menerimanya. Jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. ‘No More Mr. Nice Guy’! Mereka akan runtuh dengan cepat, mereka akan runtuh dengan mudah jika mereka tidak menerima kesepakatan tersebut.”
Pernyataan tersebut juga menyinggung peran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menurut Trump turut berperan dalam dinamika konflik di kawasan.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan tersebut.
Situasi di Selat Hormuz sendiri terus menjadi perhatian dunia internasional mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi global.
Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat, dan memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Airlangga Update Realisasi KUR Kuartal I-2026, Baki Kredit Tembus Rp522 Triliun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









