Akurat
Pemprov Sumsel

Kapok Dicurangi Amerika, Iran Ogah Negosiasi Lagi?

Lufaefi | 21 April 2026, 06:30 WIB
Kapok Dicurangi Amerika, Iran Ogah Negosiasi Lagi?
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei (istimewa)

AKURAT.CO Peluang perundingan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat jelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 22 April 2026 kian tidak pasti. Delegasi Teheran dikabarkan belum mengambil keputusan untuk kembali ke meja dialog yang rencananya dimediasi di Islamabad, Pakistan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan terkait partisipasi dalam putaran baru negosiasi.

“Sejauh ini, kami belum mengambil keputusan apa pun mengenai putaran negosiasi berikutnya,” ujarnya, dikutip dari Tasnim News, Senin (20/4/2026).

Menurut Baqaei, sikap tersebut dipicu oleh tindakan Washington yang dinilai bertentangan dengan klaimnya untuk menempuh jalur diplomasi. Ia menuding AS melakukan pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata, termasuk aksi maritim di kawasan Selat Hormuz yang disebut menyasar kapal dagang Iran.

Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Sampai Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Mati Total!

Baqaei juga menyinggung bahwa sejak awal masa gencatan senjata, Iran menghadapi sikap yang dinilai tidak konsisten dari pihak AS. “Iran akan mengambil keputusan yang diperlukan tentang jalan ke depan dengan mempertimbangkan kepentingan nasionalnya secara cermat,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Mousavi, menyatakan bahwa pasukannya meningkatkan kesiapan selama periode jeda konflik.

“Selama periode gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi kembali platform peluncuran rudal dan drone bahkan lebih besar daripada sebelum perang,” katanya.

Ia juga mengklaim bahwa pihak lawan menghadapi keterbatasan logistik dan harus mendatangkan amunisi dari luar kawasan. Pernyataan ini mempertegas pesan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan konflik berkepanjangan apabila jalur diplomasi benar-benar buntu.

Menurut laporan, pertukaran pesan antara Teheran dan Washington masih berlangsung melalui perantara Pakistan. Namun, Iran menegaskan tidak akan ada negosiasi selama deklarasi Presiden AS, Donald Trump, terkait blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan.

Blokade tersebut disebut berdampak langsung pada situasi keamanan di kawasan Laut Oman dan Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.

Di tengah memanasnya situasi, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras terhadap AS dan sekutunya, termasuk Israel. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam kondisi siaga dan siap merespons setiap ancaman.

Baca Juga: Kapal Dagang Ditembaki di Teluk Oman, Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata dan Ancam Lancarkan Balasan

Pernyataan tersebut semakin meningkatkan ketegangan regional menjelang berakhirnya masa gencatan senjata. Jika tidak ada terobosan diplomatik dalam waktu dekat, eskalasi konflik dikhawatirkan kembali terjadi, dengan dampak luas terhadap stabilitas kawasan dan jalur perdagangan global.

Kini, sorotan tertuju pada keputusan Teheran dalam beberapa hari ke depan: kembali ke meja perundingan atau bersiap menghadapi babak baru konfrontasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi