Akurat
Pemprov Sumsel

Militer Iran Murka Kapal Iran Dibajak Amerika, Janji Balas Kontan!

Lufaefi | 21 April 2026, 08:00 WIB
Militer Iran Murka Kapal Iran Dibajak Amerika, Janji Balas Kontan!
Ilustrasi; kapal Iran Dibajak Amerika (istimewa)

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah kapal berbendera Iran dilaporkan dibajak dan disita oleh militer AS. Insiden ini memicu kemarahan dari jajaran militer Iran yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.

Komando militer gabungan tertinggi Iran menyatakan bahwa aksi penyitaan kapal itu berada di luar skema blokade laut yang sebelumnya diumumkan Washington. Otoritas Teheran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk agresi baru di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.

Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, IRGC berjanji akan melakukan pembalasan atas apa yang disebut sebagai pembajakan bersenjata oleh militer AS.

Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Sampai Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Mati Total!

Sejumlah pengamat di Iran turut menyoroti eskalasi ini. Profesor Universitas Teheran, Zohreh Kharazmi, menilai bahwa langkah Washington menunjukkan ketidaksungguhan dalam proses perdamaian.

“Pada putaran serangan terakhir di Islamabad, persepsi Iran adalah bahwa Amerika tidak serius, karena mereka mundur di tengah pembicaraan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, pengerahan tambahan kapal perang AS ke perairan sekitar Iran, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72), menjadi indikasi dimulainya fase baru tekanan militer terhadap Teheran.

Iran juga menilai bahwa penyitaan kapal tersebut dilakukan di luar wilayah yang secara resmi diumumkan sebagai area blokade. Karena itu, langkah tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.

Baca Juga: Kiai Said Minta Kapal Indonesia Boleh Lewati Selat Hormuz: Umat Islam Indonesia Dukung Iran

Situasi ini mempertegas kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali memanas, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Washington terkait insiden tersebut. Namun, dengan meningkatnya retorika keras dari kedua belah pihak, kawasan Timur Tengah kembali berada dalam bayang-bayang eskalasi yang lebih luas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi