Akurat
Pemprov Sumsel

Trump Sebut Israel Tak Pernah Bujuk Dirinya untuk Perang Lawan Iran

Lufaefi | 21 April 2026, 09:00 WIB
Trump Sebut Israel Tak Pernah Bujuk Dirinya untuk Perang Lawan Iran
Donald Trump Sebut Tak Pernah Dibujuk Israel dalam Perang (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Israel tidak pernah membujuk dirinya untuk berperang melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Senin, 20 April 2026, untuk meluruskan spekulasi yang berkembang terkait peran Tel Aviv dalam konflik yang memanas di Timur Tengah.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa keputusan keterlibatan militer Amerika Serikat sepenuhnya merupakan pertimbangan strategis pemerintahannya, bukan karena tekanan dari pihak luar.

"Israel tidak pernah membujuk saya untuk berperang dengan Iran," tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

Ia menyebut bahwa langkah tersebut berawal dari peristiwa 7 Oktober serta keyakinannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Trump juga menegaskan bahwa Israel sama sekali tidak pernah mendorong atau membujuknya untuk mengambil keputusan perang.

Pernyataan ini muncul di tengah kritik yang menyoroti hubungan erat Washington dan Tel Aviv, serta dugaan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Israel memiliki pengaruh terhadap kebijakan militer AS.

Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Sampai Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Mati Total!

Trump menekankan bahwa keputusan menyerang Iran didasarkan pada kepentingan nasional Amerika Serikat dan evaluasi ancaman yang ada. Ia juga menyebut bahwa jika kepemimpinan baru Iran bersikap bijak, negara tersebut masih memiliki peluang untuk masa depan yang lebih baik dan makmur.

Di sisi lain, kritik terhadap kebijakan perang juga datang dari kalangan politik dalam negeri AS. Senator Bernie Sanders sebelumnya menilai keterlibatan Washington dalam konflik dengan Iran dipengaruhi tekanan Israel dan lobi pro-Israel di Amerika.

Pernyataan Sanders disampaikan menanggapi mundurnya sejumlah pejabat tinggi AS yang memprotes kebijakan serangan terhadap Iran. Salah satunya adalah Joe Kent, kepala Pusat Nasional Kontra Terorisme AS, yang mengundurkan diri karena menilai Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika.

Meski demikian, Trump tetap membantah keras anggapan bahwa keputusan perang diambil karena dorongan Israel. Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan militer tersebut merupakan hasil penilaian independen pemerintah Amerika Serikat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi