Fakta-Fakta Seputar Kasus yang Mengguncang Amerika, Ayah Tembak Mati Tujuh Anak Kandung di Louisiana

AKURAT.CO Seorang ayah di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat, menembak mati delapan anak—tujuh di antaranya merupakan anak kandungnya—serta melukai istrinya dan seorang perempuan lain. Insiden penembakan itu disebut sebagai yang paling mematikan di AS dalam dua tahun terakhir.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi (19/4/2026) itu berlangsung di dua rumah di kawasan Shreveport. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Shamar Elkins (31), tewas setelah aksi kejar-kejaran dengan polisi yang berujung baku tembak.
Kepolisian belum mengungkap motif penembakan. Namun, pihak keluarga menyebut Elkins dan istrinya tengah dalam proses berpisah. Insiden ini juga memicu seruan dari tokoh masyarakat untuk menyoroti kekerasan dalam rumah tangga.
Penembakan Dimulai Sebelum Fajar
Menurut Kepala Kepolisian Shreveport Wayne Smith, laporan pertama diterima sekitar pukul 05.55 waktu setempat dari seorang penelepon yang menyatakan ada korban penembakan di sebuah rumah.
Lima menit kemudian, polisi mendapat laporan bahwa Elkins menembaki seluruh penghuni rumah di kawasan West 79th Street. Tak lama berselang, laporan kedua masuk dari Harrison Street, di mana seorang perempuan mengaku ditembak oleh pelaku sebelum ia melarikan diri.
Baca Juga: Fakta Baru Penembakan Shreveport: Pelaku Eks Garda Nasional, Tewaskan 8 Anak Termasuk 7 Anak Kandung
Polisi kemudian menerima informasi bahwa pelaku mencuri mobil, yang memicu pengejaran hingga terjadi baku tembak. Elkins dinyatakan tewas sekitar satu jam setelah laporan pertama diterima, meski belum dipastikan apakah ia tewas akibat tembakan polisi atau bunuh diri.
Korban Anak-anak di Bawah 12 Tahun
Delapan korban tewas merupakan anak-anak berusia antara tiga hingga 11 tahun. Selain tujuh anak kandung pelaku, satu korban lainnya adalah keponakannya, menurut kantor koroner wilayah Caddo.
Dua perempuan yang menjadi korban luka, termasuk istri pelaku, dilaporkan mengalami cedera serius.
Riwayat Pelaku
Catatan pengadilan menunjukkan Elkins pernah divonis pada 2019 atas penggunaan senjata secara ilegal dan menjalani masa percobaan. Berdasarkan hukum di Louisiana, ia seharusnya dilarang memiliki senjata api selama setidaknya 10 tahun setelah menyelesaikan hukuman.
Namun, pihak berwenang belum menjelaskan bagaimana pelaku memperoleh senjata yang digunakan dalam aksi tersebut.
Elkins diketahui pernah bertugas di Garda Nasional Louisiana pada 2013–2020 dengan pangkat prajurit, tanpa penugasan ke luar negeri. Ia juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit Departemen Urusan Veteran pada Januari lalu.
Latar Belakang Keluarga
Anggota keluarga menyebut Elkins dan istrinya tengah mengalami konflik rumah tangga dan bersiap berpisah. Mereka dilaporkan sempat terlibat pertengkaran sebelum kejadian.
Kerabat menggambarkan anak-anak korban sebagai sosok ceria dan aktif, yang kerap terlihat bermain di halaman rumah setiap akhir pekan.
Insiden ini menjadi penembakan paling mematikan di Amerika Serikat sejak Januari 2024, menurut data yang dihimpun oleh Associated Press dan USA Today bersama Northeastern University.
Sumber: Asiaone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








