Akurat Logo

Delapan Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel atas Status Quo Situs Suci Yerusalem

Fitra Iskandar | 24 April 2026, 07:42 WIB
Delapan Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel atas Status Quo Situs Suci Yerusalem
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunjungi Bukit Bait Suci bersama Rabbi Elisha Wolfson, menyerukan perluasan ibadah Yahudi di tempat suci tersebut, Minggu, 12 April 2026. (kredit foto: Kantor Itamar Ben-Gvir)

AKURAT.CO Delapan negara Arab dan mayoritas Muslim mengecam apa yang mereka sebut sebagai “pelanggaran berulang” oleh Israel terhadap status quo di situs-situs suci Yerusalem dalam pernyataan bersama pada Kamis (23/4/2026).

Menteri luar negeri dari Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir menyatakan kecaman atas “pelanggaran berulang terhadap status hukum dan status quo di situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem oleh otoritas pendudukan Israel.”

Mereka menyoroti “terus berlanjutnya aksi masuk pemukim Israel serta menteri-menteri ekstremis ke kompleks Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif di bawah perlindungan polisi Israel, serta pengibaran bendera Israel di halaman kompleks tersebut.”

Baca Juga: Puluhan Pemukim Ilegal Masuk Kompleks Al-Aqsa di Bawah Pengawalan Ketat Polisi Israel

Para menteri menyebut tindakan tersebut sebagai “provokasi yang tidak dapat diterima bagi umat Muslim di seluruh dunia” dan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” sekaligus menilai hal itu mencederai kesucian kota suci Yerusalem.

Mereka juga menekankan pentingnya menjaga status quo di kawasan tersebut, serta mengakui peran khusus pengelolaan historis oleh otoritas Hashemite.

Selain itu, pernyataan tersebut mengecam “percepatan aktivitas permukiman ilegal,” termasuk keputusan Israel menyetujui lebih dari 30 permukiman baru.

Pernyataan itu juga mengutuk “kekerasan pemukim terhadap warga Palestina yang terus berlanjut dan meningkat.”

Sebelumnya pada pekan ini, sebagian besar menteri tersebut juga menandatangani pernyataan bersama dengan sejumlah negara lain yang menegur rencana Israel mengirim utusan diplomatik ke Somaliland.

Sumber: JP

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.