Perang Iran Ungkap Batas Kekuatan Militer AS-Israel, Pakar Dorong Jalur Diplomasi

AKURAT.CO Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai menunjukkan keterbatasan pendekatan militer dalam menyelesaikan sengketa geopolitik di Timur Tengah.
Pakar politik Timur Tengah dari Johns Hopkins University, Vali Nasr, menyebut bahwa opsi militer tidak lagi efektif untuk memaksa Iran tunduk. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara bersama Steve Clemons.
“Anda tidak pergi ke meja perundingan untuk menuntut penyerahan. Pihak lain tidak akan menyerah karena mereka belum kalah. Jadi Anda harus membuat kesepakatan,” kata Nasr, dikutip Press TV, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, konflik yang berlangsung justru mempertegas pesan Iran kepada lawan-lawannya bahwa perang bukan pilihan mudah. Iran ingin menunjukkan daya tahannya sekaligus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
“Pesan yang ingin disampaikan Iran adalah bahwa mereka mampu bertahan, dan jalan keluar hanya bisa dicapai melalui diplomasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah proses negosiasi yang belum stabil, di mana masing-masing pihak masih saling menuding pelanggaran gencatan senjata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan militer saja belum cukup untuk mengakhiri konflik yang telah menelan banyak korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








