Aung San Suu Kyi Dipindahkan ke Tahanan Rumah Usai 5 Tahun Dikurung, Junta Myanmar Dituding Cari Simpati Global

AKURAT.CO Mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, dilaporkan telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah setelah lebih dari lima tahun menjalani isolasi. Peraih Nobel Perdamaian berusia 80 tahun itu sebelumnya digulingkan dalam kudeta militer pada 2021 yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing.
Langkah pemindahan ini dilakukan setelah pemerintah militer memberikan pengurangan hukuman kepada Suu Kyi sebagai bagian dari amnesti yang bertepatan dengan hari raya keagamaan Buddha. Hukuman penjaranya dipangkas sebesar seperenam, menyusul kebijakan serupa pada 17 April lalu yang juga membebaskan sekitar 4.500 tahanan dalam rangka Tahun Baru tradisional Myanmar.
Tim kuasa hukum Suu Kyi membenarkan bahwa kliennya dipindahkan ke tahanan rumah pada Kamis malam waktu setempat. “Daw Aung San Suu Kyi saat ini masih berada di Naypyidaw,” ujar salah satu anggota tim kepada Reuters, menggunakan gelar kehormatan untuk Suu Kyi.
Ia menambahkan bahwa tim hukum berencana bertemu Suu Kyi dalam waktu dekat. “Situasinya telah berubah. Saya pikir ini bukan lagi sekadar kunjungan penjara biasa, tetapi pertemuan untuk membahas berbagai hal secara langsung dengannya,” katanya.
Menurut pemerintah, Suu Kyi kini akan menjalani sisa masa hukumannya “di kediaman yang telah ditentukan”.
Namun, sejumlah analis menilai langkah ini sebagai upaya pemerintah militer Myanmar untuk memperbaiki citra di mata internasional. Organisasi Burma Campaign UK menyebut pembebasan bertahap tahanan politik hanya strategi komunikasi semata.
“Jika rezim militer Myanmar benar-benar serius melakukan reformasi, mereka bisa membebaskan seluruh 14.000 tahanan politik hari ini juga,” kata Minn Tent Bo, pejabat advokasi organisasi tersebut.
“Mereka seharusnya tidak pernah ditangkap sejak awal. Militer juga bisa menghentikan penangkapan aktivis dan mencabut undang-undang represif, tetapi itu tidak dilakukan.”
Kelompok tersebut juga menilai pengurangan hukuman terhadap Suu Kyi dirancang untuk “mendapatkan respons positif dari dunia internasional” sambil tetap menahannya secara tidak sah.
Selama ini, Suu Kyi telah menghabiskan sekitar 20 tahun dalam berbagai bentuk penahanan. Lima tahun terakhir disebut sebagai periode paling berat, bahkan keluarganya tidak mengetahui secara pasti lokasi penahanannya.
Putranya, Kim Aris, mengaku belum sepenuhnya yakin dengan kabar pemindahan tersebut. “Saya berharap ini benar. Tapi saya belum melihat bukti nyata bahwa dia telah dipindahkan. Selama saya belum bisa berkomunikasi dengannya atau ada verifikasi independen tentang kondisinya, saya belum bisa mempercayainya,” ujarnya kepada BBC.
Meski dipindahkan ke tahanan rumah diperkirakan akan memperbaiki kondisi hidupnya, langkah ini masih jauh dari tuntutan pembebasan tanpa syarat yang selama ini disuarakan pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia.
Suu Kyi, yang dikenal luas di Myanmar sebagai “The Lady”, pernah menjadi simbol perjuangan demokrasi. Ia mendirikan partai National League for Democracy dan memimpin kemenangan dalam pemilu demokratis pertama Myanmar pada 2016.
Namun reputasi internasionalnya merosot setelah membela tindakan militer terhadap minoritas Muslim Rohingya. Meski demikian, ia tetap mendapat dukungan luas dari mayoritas Buddha di dalam negeri.
Pada pemilu 2020, partainya kembali meraih kemenangan telak. Namun militer menolak hasil tersebut dan akhirnya merebut kekuasaan melalui kudeta, yang membawa Myanmar kembali ke dalam krisis politik berkepanjangan hingga saat ini.
Sumber: Independent
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







