Akurat Logo

Trump Diduga Permainkan Hukum Demi Klaim Perang dengan Iran Telah Berakhir

Lufaefi | 4 Mei 2026, 07:00 WIB
Trump Diduga Permainkan Hukum Demi Klaim Perang dengan Iran Telah Berakhir
Trump Permainkan Hukum Demi Klaim Perang Usai (ANTARA)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump diduga memanfaatkan celah hukum domestik dengan menyatakan konflik militer antara AS dan Iran telah berakhir.

Klaim tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Kongres menyusul gencatan senjata yang diberlakukan pada awal April 2026.

Dalam surat itu, Trump menyebut permusuhan dengan Iran telah dihentikan, sehingga tidak lagi diperlukan persetujuan legislatif untuk melanjutkan operasi militer.

Sikap ini berkaitan dengan ketentuan War Powers Resolution yang mewajibkan presiden menghentikan operasi militer dalam 60 hari tanpa restu Kongres.

Baca Juga: Pakar Sebut Amerika Kalah atas Iran dalam Strategi Perang

Trump bahkan menilai aturan tersebut tidak konstitusional dan menganggap gencatan senjata cukup menjadi dasar untuk menyatakan konflik telah selesai.

Namun, sejumlah anggota Kongres, terutama dari Partai Demokrat, menolak klaim tersebut. Mereka menilai situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif, mengingat pasukan AS masih bersiaga dan aktivitas militer dinilai belum benar-benar berhenti.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sendiri meningkat sejak akhir Februari 2026, ditandai dengan serangan udara dan balasan rudal di kawasan Timur Tengah.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, ketegangan kedua negara disebut masih tinggi dan belum mencapai kesepakatan damai permanen.

Baca Juga: Trump: Hancurkan Iran Habis-Habisan atau Buat Kesepakatan

Sejumlah pihak menilai pernyataan Trump lebih bersifat strategis untuk menghindari kewajiban hukum dalam negeri, ketimbang mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi