Atasi Wabah Hantavirus, WHO Turun Tangan Evakuasi di Kepulauan Canary

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) bergerak cepat menangani wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan lintas Atlantik dari Argentina menuju Eropa.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dijadwalkan terbang ke Tenerife, pulau terbesar di Canary Islands, untuk memimpin koordinasi evakuasi penumpang dan kru kapal yang terdampak wabah virus mematikan tersebut.
Langkah darurat ini dilakukan bersama otoritas kesehatan dan kementerian dalam negeri Spain guna memastikan proses evakuasi berjalan aman, termasuk pengawasan kesehatan serta penerapan protokol tanggap darurat internasional.
Cuaca Buruk Jadi Ancaman Evakuasi
Pemerintah regional Canary Islands menyebut operasi evakuasi hanya memiliki “jendela waktu sempit” antara Minggu hingga Senin karena cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan melanda wilayah tersebut.
Juru bicara pemerintah daerah, Alfonso Cabello, mengatakan kapal harus segera dipindahkan sebelum kondisi laut memburuk dan menghambat operasi lanjutan hingga akhir Mei.
MV Hondius diperkirakan tiba di lepas pantai Tenerife pada Minggu pagi. Para penumpang nantinya akan dipindahkan menggunakan kapal kecil sebelum diterbangkan kembali ke negara masing-masing melalui penerbangan repatriasi.
150 Penumpang dari 23 Negara Terdampak
Otoritas setempat menyebut kapal membawa sekitar 150 penumpang dan kru dari 23 negara berbeda. Kekhawatiran global meningkat setelah tiga kematian dilaporkan sejak kapal berangkat dari Argentina pada April lalu.
Sebelumnya, beberapa evakuasi darurat juga telah dilakukan di sekitar Cape Verde. Negara-negara Uni Eropa kini bersiap mengoordinasikan pemulangan warga mereka setelah proses evakuasi selesai.
WHO juga mengonfirmasi munculnya dua kasus baru yang diduga terkait klaster wabah yang sama di Spain dan Tristan da Cunha. Meski demikian, WHO menegaskan risiko penyebaran ke masyarakat umum masih tergolong rendah.
CDC AS Tetapkan Status Darurat Level 3
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menetapkan wabah hantavirus ini sebagai respons darurat “Level 3”, yaitu level aktivasi darurat terendah namun tetap memerlukan pengawasan internasional intensif.
Wabah ini melibatkan strain Andes dari hantavirus yang diketahui dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius. Hingga kini, tercatat lima kasus terkonfirmasi, termasuk tiga korban meninggal dunia yang terkait langsung dengan perjalanan kapal tersebut.
MV Hondius sendiri diketahui berlayar dari Argentina melintasi Samudra Atlantik sebelum melaporkan adanya klaster penyakit pernapasan saat berada di sekitar perairan Cape Verde.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







