Akurat Logo

Wabah Virus Mematikan di Kapal Pesiar, Argentina Diselidiki sebagai Sumber Penularan

Fitra Iskandar | 7 Mei 2026, 09:02 WIB
Wabah Virus Mematikan di Kapal Pesiar, Argentina Diselidiki sebagai Sumber Penularan
Bendera Argentina. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Otoritas kesehatan Argentina tengah menyelidiki kemungkinan negara tersebut menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang menyerang sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Wabah ini telah menewaskan tiga penumpang dan memicu kekhawatiran internasional terkait penyebaran penyakit langka tersebut.

Pemerintah Argentina mengumumkan akan mengirim tim ahli ke wilayah Ushuaia di bagian selatan negara itu untuk menangkap dan menguji tikus liar yang diduga menjadi pembawa virus. Penyelidikan difokuskan pada jalur perjalanan pasangan asal Belanda yang meninggal akibat infeksi tersebut.

Kementerian Kesehatan Argentina menyebut tikus merupakan media utama penularan hantavirus. Selain pasangan Belanda, seorang warga Jerman juga dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan hingga 6 Mei terdapat delapan kasus dugaan infeksi, dengan tiga di antaranya telah dikonfirmasi positif melalui uji laboratorium.

WHO menyatakan akan terus bekerja sama dengan berbagai negara untuk memastikan penumpang, kru kapal, dan kontak erat pasien mendapatkan informasi serta perlindungan yang memadai guna mencegah penyebaran lebih luas.

Kapal pesiar yang sempat tertahan di lepas pantai Cape Verde sejak Minggu akhirnya berlayar menuju Spanyol pada Rabu setelah tiga orang dievakuasi, dua di antaranya dalam kondisi serius. WHO menyebut pasien tersebut akan dibawa ke Belanda untuk perawatan lebih lanjut.

Meski demikian, otoritas kesehatan menilai risiko penularan kepada masyarakat umum masih rendah. WHO menegaskan hantavirus tidak menyebar secepat COVID-19 atau influenza karena penularan antarmanusia hanya terjadi melalui kontak fisik sangat dekat.

Virus Andes, jenis hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, diketahui dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus, penyakit pernapasan serius dengan tingkat kematian tinggi.

Argentina juga telah mengirim materi genetik virus Andes dan pedoman diagnosis ke sejumlah laboratorium di Spanyol, Senegal, Afrika Selatan, Belanda, dan Inggris guna mempercepat deteksi kasus.

Lonjakan kasus hantavirus di Argentina disebut berkaitan dengan perubahan iklim. Kondisi cuaca yang semakin hangat diduga memperluas habitat tikus pembawa virus. Kementerian Kesehatan Argentina mencatat 101 kasus hantavirus sejak Juni 2025, hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pakar penyakit menular Argentina, Hugo Pizzi, menyebut perubahan iklim membuat wilayah Argentina semakin tropis dan memicu peningkatan populasi tikus penyebar penyakit.

“Tidak diragukan lagi, seiring waktu hantavirus semakin menyebar,” ujar Pizzi.

 Sumber: Aljazeera

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.