Wabah Hantavirus yang Mematikan, Eropa Memberlakukan Karantina terhadap Penumpang Kapal Pesiar

AKURAT.CO Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa atau European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menetapkan seluruh penumpang kapal pesiar Hondius sebagai kontak berisiko tinggi setelah wabah hantavirus menewaskan tiga orang dan menginfeksi sedikitnya delapan lainnya.
Keputusan itu diumumkan pada Minggu (10/5/2026) ketika kapal berbendera Belanda tersebut tiba di perairan Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, di bawah pengawasan kesehatan yang sangat ketat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia terdiri dari pasangan asal Belanda dan satu warga Jerman. Ketiganya terinfeksi varian Andes dari hantavirus, salah satu jenis yang diketahui dapat menular antar manusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.
WHO menjelaskan, kasus berat hantavirus memiliki tingkat kematian sekitar 30 hingga 40 persen. Infeksi biasanya diawali gejala mirip flu seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan, sebelum berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang dapat berakibat fatal.
Kapal Hondius sebelumnya dialihkan dari Cape Verde menuju Tenerife atas permintaan WHO guna menjalankan prosedur evakuasi terkendali. Otoritas kesehatan Eropa bersama pemerintah Spanyol kini menyiapkan proses pemulangan penumpang secara bertahap.
Para penumpang akan dievakuasi dalam kelompok kecil dan dipulangkan menggunakan transportasi khusus untuk menjalani isolasi mandiri di negara masing-masing. Mereka tidak diizinkan menggunakan penerbangan komersial demi mencegah risiko penyebaran virus.
Kapal pesiar tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April lalu dengan membawa sekitar 240 penumpang dan awak dari 23 negara. WHO menduga paparan virus terjadi saat rombongan melakukan perjalanan wisata di wilayah selatan Argentina.
Munculnya wabah di atas kapal pesiar kembali memicu kekhawatiran global terkait risiko penyebaran penyakit menular di kapal wisata, terutama setelah pandemi COVID-19. Insiden ini mengingatkan publik pada wabah besar di kapal Diamond Princess pada 2020 yang menginfeksi lebih dari 800 orang.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





