Polandia Perang Siber dengan Rusia, Luncurkan Platform Cek Fakta Nasional

AKURAT.CO Pemerintah Polandia meningkatkan langkah perlindungan digital nasional di tengah kekhawatiran terhadap ancaman disinformasi Rusia dan dominasi raksasa teknologi global atas data strategis negara.
Wakil Perdana Menteri Polandia Krzysztof Gawkowski menegaskan pentingnya “kedaulatan digital” atau digital sovereignty guna memastikan keamanan data publik dan sistem penting negara tetap berada di bawah kendali nasional.
Dalam pernyataannya, Gawkowski menyoroti besarnya pengaruh perusahaan teknologi asing yang menguasai pusat data, server, hingga infrastruktur komputasi awan (cloud) yang digunakan untuk menyimpan data strategis pemerintah.
Menurutnya, Polandia harus segera memperkuat kontrol terhadap infrastruktur digital nasional agar tidak terlalu bergantung pada pihak eksternal.
“Menyerahkan data strategis negara kepada aktor luar merupakan kesalahan besar,” tegas Gawkowski.
Kekhawatiran tersebut muncul seiring meningkatnya ancaman perang informasi dan serangan siber yang dikaitkan dengan Rusia, terutama sejak konflik geopolitik di Eropa Timur terus memanas.
Selain isu keamanan data, pemerintah Polandia juga menilai platform teknologi global gagal secara efektif menangani penyebaran hoaks dan manipulasi informasi di ruang digital.
Karena itu, Polandia mengumumkan peluncuran inisiatif media publik baru bernama “Sprawdzam To” atau “Saya Memeriksa Itu” yang difokuskan untuk memerangi disinformasi dan narasi palsu di internet.
Program tersebut akan berpusat pada situs resmi sprawdzamto.pl yang nantinya rutin mempublikasikan berita, analisis, dan laporan terkait kasus manipulasi media serta penyebaran informasi menyesatkan.
Pemerintah berharap platform ini dapat menjadi alat penting untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan informasi nasional di tengah maraknya propaganda dan perang siber global.
Langkah Polandia ini mencerminkan meningkatnya perhatian negara-negara Eropa terhadap keamanan digital dan perlindungan data strategis, terutama di tengah rivalitas geopolitik yang melibatkan Rusia, Barat, dan perusahaan teknologi besar dunia.
Sumber: Defence24
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







