Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Dimakzulkan Lagi, Terancam Gagal Maju Pilpres 2028

AKURAT.CO Parlemen Filipina kembali memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte pada Senin (11/5/2026). Langkah ini menjadikan Sara Duterte pejabat pertama dalam sejarah negara itu yang dimakzulkan dua kali.
Pemakzulan kedua ini dilakukan atas tuduhan kekayaan tak wajar, penyalahgunaan dana negara, hingga ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. atau yang dikenal sebagai Bongbong Marcos.
Sebanyak 255 anggota DPR Filipina memberikan suara mendukung pemakzulan, jauh melampaui syarat minimal sepertiga anggota parlemen.
Kasus ini muncul sembilan bulan setelah Mahkamah Agung Filipina membatalkan proses pemakzulan pertama karena alasan teknis konstitusional. Namun putusan tersebut tidak melarang upaya pemakzulan baru terhadap Sara Duterte.
Dengan keputusan DPR tersebut, Sara Duterte kini akan menghadapi sidang pemakzulan di Senat Filipina yang diperkirakan menjadi arena pertarungan politik sesungguhnya.
Pengamat politik dari University of the Philippines, Jean Encinas-Franco, menilai proses persidangan akan sangat menentukan masa depan politik putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu.
“Bagaimana jalannya sidang pemakzulan di hadapan publik akan memengaruhi cara pemilih melihat pencalonannya di masa depan,” ujarnya.
Situasi politik Filipina saat ini semakin panas karena Sara Duterte diketahui telah mengumumkan rencananya maju dalam pemilihan presiden 2028.
Meski tengah menghadapi kontroversi besar, Sara Duterte masih unggul dalam sejumlah survei calon penerus Marcos. Presiden Filipina sendiri dibatasi hanya satu masa jabatan selama enam tahun.
Sara Duterte sebelumnya berpasangan dengan Bongbong Marcos dalam Pemilu 2022 dan berhasil menang telak. Namun hubungan politik keduanya kini berubah menjadi rivalitas sengit yang disebut memicu ketidakstabilan politik dan ekonomi di Filipina.
Jika dinyatakan bersalah dalam sidang Senat, Sara Duterte dapat dicopot dari jabatan wakil presiden dan dilarang menduduki jabatan publik di masa depan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai proses pemakzulan justru bisa memperkuat basis dukungan politik keluarga Duterte.
Pengamat politik asal Manila, Cleve Arguelles, menyebut pemakzulan berpotensi meningkatkan loyalitas pendukung Sara Duterte menjelang Pilpres 2028.
Sara Duterte sendiri membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan menegaskan proses pemakzulan bermotif politik.
Kasus ini juga semakin menyita perhatian internasional karena ayah Sara Duterte, Rodrigo Duterte, saat ini sedang menghadapi proses hukum di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait perang narkoba berdarah selama masa pemerintahannya yang menewaskan ribuan orang.
Pemakzulan Sara Duterte menjadi salah satu krisis politik terbesar di Filipina sejak pemakzulan mantan Presiden Joseph Estrada pada tahun 2000.
Sumber: Time
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








