Akurat Logo

Wabah Ebola Kembali Mengguncang Kongo, 65 Orang Tewas dan Ratusan Kasus Suspek Muncul

Fitra Iskandar | 15 Mei 2026, 20:11 WIB
Wabah Ebola Kembali Mengguncang Kongo, 65 Orang Tewas dan Ratusan Kasus Suspek Muncul
Ilustrasi virus ebola. Foto: Cepi

AKURAT.CO Republik Demokratik Kongo kembali dilanda wabah Ebola mematikan. Otoritas kesehatan Afrika mengonfirmasi sedikitnya 246 kasus suspek dan 65 kematian akibat wabah terbaru yang muncul di Provinsi Ituri, wilayah terpencil di bagian timur negara itu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) pada Jumat menyatakan sebagian besar kasus dan korban jiwa ditemukan di zona kesehatan Mongwalu dan Rwampara.

“Empat kematian telah dikonfirmasi melalui hasil laboratorium positif Ebola. Kasus suspek juga dilaporkan di Bunia dan masih menunggu konfirmasi,” demikian pernyataan Africa CDC.

Wabah terbaru ini muncul hanya lima bulan setelah epidemi Ebola sebelumnya di Kongo dinyatakan berakhir, yang kala itu menewaskan 43 orang.

Penyakit Ebola dikenal sangat menular dan dapat menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, muntahan, urine, maupun air mani. Virus ini menyebabkan penyakit serius dengan tingkat kematian tinggi.

Kongo sendiri telah mengalami 17 kali wabah Ebola sejak virus tersebut pertama kali ditemukan di negara itu pada 1976. Salah satu wabah terburuk terjadi pada 2018 hingga 2020 di wilayah timur Kongo dan menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Provinsi Ituri yang kini menjadi pusat wabah berada lebih dari 1.000 kilometer dari ibu kota Kinshasa dan dikenal memiliki akses jalan yang buruk, sehingga menyulitkan distribusi bantuan medis dan vaksin.

Situasi ini semakin diperparah oleh konflik bersenjata yang terus berlangsung di timur Kongo. Pemerintah masih menghadapi berbagai kelompok militan, termasuk pemberontak M23 yang sejak awal 2025 melancarkan serangan besar dan menguasai sejumlah kota penting.

Di Ituri sendiri, kelompok militan Allied Democratic Force (ADF) yang berafiliasi dengan ISIS juga kerap melakukan serangan mematikan terhadap warga sipil.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengakui Kongo menghadapi tantangan besar dalam menangani wabah penyakit karena keterbatasan dana, sulitnya akses wilayah, dan situasi keamanan yang tidak stabil.

Gejala Ebola biasanya muncul antara dua hingga 21 hari setelah terinfeksi. Penderita dapat mengalami demam tinggi, kelelahan ekstrem, sakit kepala, muntah, diare, nyeri otot, ruam kulit, hingga pendarahan dari mulut, hidung, mata, atau organ tubuh lainnya.

Pasien Ebola umumnya harus dirawat dalam ruang isolasi intensif guna mencegah penyebaran virus yang sangat cepat dan mematikan.

Sumber: Independent

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.