Akurat Logo

Somalia Dilanda Kekeringan Terburuk dalam Sejarah, Anak-Anak Mulai Kelaparan dan Meninggal

Fitra Iskandar | 14 Mei 2026, 16:46 WIB
Somalia Dilanda Kekeringan Terburuk dalam Sejarah, Anak-Anak Mulai Kelaparan dan Meninggal
Somalia Dilanda Kekeringan Terburuk dalam Sejarah, Anak-Anak Mulai Kelaparan dan Meninggal. Ilustrasi Foto: Pixabay

AKURAT.CO Krisis kemanusiaan besar kembali menghantam Somalia setelah kekeringan ekstrem berkepanjangan membuat jutaan warga terancam kelaparan.

Di sejumlah wilayah Somalia, hujan tidak turun secara normal selama tiga tahun terakhir. Sungai-sungai mengering, tanaman pangan gagal panen, dan ribuan ternak mati akibat kekurangan air dan makanan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan kekeringan tahun ini bisa menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Somalia.

Abdi Ahmed Farah, seorang peternak berusia 70 tahun, menjadi salah satu korban krisis tersebut. Dari 680 ekor kambing miliknya, kini hanya tersisa sekitar 110 ekor yang kondisinya juga sangat kurus dan lemah.

Farah mengaku terpaksa berutang hanya untuk membeli air bagi keluarganya.

“Saya bahkan pernah berpikir meninggalkan keluarga karena tidak mampu lagi memberi mereka makan,” ujarnya.

Keluarganya kini hanya makan sekali sehari, biasanya nasi dicampur gula dan minyak. Anak bungsunya yang baru lahir tiga minggu lalu juga mengalami kekurangan ASI karena kondisi ibunya yang kekurangan gizi.

Menurut Program Pangan Dunia PBB atau WFP, sekitar 6,5 juta warga Somalia kini menghadapi tingkat kelaparan kritis. Jumlah itu setara dengan sepertiga populasi negara tersebut.

Direktur WFP Somalia, Hameed Nuru, menyebut tahun 2026 sebagai periode kekeringan paling buruk yang pernah tercatat di Somalia.

“Anak-anak sudah mulai meninggal,” katanya.

Dana bantuan internasional yang menurun drastis memperparah situasi. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memangkas bantuan kemanusiaan secara signifikan, sementara perang Iran memicu lonjakan harga energi dan pangan global.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.