Akurat Logo

WHO Ungkap 750 Kasus Dugaan Ebola di Kongo, Ancaman Wabah Meluas Picu Kekhawatiran Global

Fitra Iskandar | 23 Mei 2026, 07:33 WIB
WHO Ungkap 750 Kasus Dugaan Ebola di Kongo, Ancaman Wabah Meluas Picu Kekhawatiran Global
WHO. Foto: Mopan

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan temuan sekitar 750 kasus dugaan Ebola di berbagai wilayah Republik Demokratik Kongo. Lonjakan kasus ini memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya wabah di tengah tantangan medis dan logistik yang masih berat di negara tersebut.

WHO menyebut tim medis lapangan saat ini terus memantau kasus-kasus yang dicurigai, melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan infeksi, serta melacak kontak erat pasien guna menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Namun, kondisi di lapangan disebut masih sangat rapuh. Keterbatasan infrastruktur kesehatan, minimnya akses transportasi, serta sulitnya menjangkau desa-desa terpencil menjadi hambatan utama dalam mempercepat upaya pengendalian wabah Ebola di Kongo. 

Dalam keterangannya, WHO menegaskan otoritas kesehatan setempat bersama mitra internasional kini memperkuat langkah pencegahan, termasuk distribusi bantuan medis, pengiriman tim respons cepat, dan peningkatan layanan kesehatan di wilayah dengan kasus tertinggi.

 Lembaga kesehatan dunia itu juga memperingatkan bahwa munculnya kasus baru secara terus-menerus berpotensi memperburuk situasi epidemiologis dan meningkatkan risiko penyebaran lintas wilayah.

WHO mendesak komunitas internasional serta pemerintah lokal untuk meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan, memperkuat sistem deteksi dini, dan menggencarkan edukasi masyarakat terkait cara penularan serta langkah pencegahan Ebola. 

Wabah Ebola sendiri dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia dengan tingkat kematian tinggi. Virus ini menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita dan dapat menyebar cepat jika tidak segera dikendalikan.

Sumber: Voiceofemirates

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.