Sumber Iran Melaporkan Kemajuan dalam Negosiasi Teheran, Namun Belum Ada Kesepakatan Akhir

AKURAT.CO Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Teheran dilaporkan mulai menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa isu utama. Namun, sumber dekat tim perunding Iran menegaskan kesepakatan final masih jauh dari tercapai karena sejumlah persoalan sensitif belum terselesaikan.
Media Iran melaporkan suasana pembicaraan saat ini berlangsung dalam kondisi “hati-hati” meski terdapat perkembangan nyata dalam sejumlah agenda yang dibahas kedua pihak.
Kemajuan itu disebut terjadi setelah munculnya rancangan “Deklarasi Prinsip” yang mengatur skema bertahap antara penyerahan stok uranium yang diperkaya Iran dengan pencabutan sanksi ekonomi secara perlahan oleh pihak Barat.
Rancangan tersebut dinilai berhasil mempersempit perbedaan pandangan terkait mekanisme teknis dan sistem pengawasan bersama dalam implementasi kesepakatan.
Meski demikian, sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan besar dalam negosiasi. Di antaranya detail pencabutan sanksi, mekanisme inspeksi ketat terhadap program nuklir Iran, hingga masa depan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Teheran.
Selain itu, jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi salah satu poin paling sensitif dalam perundingan.
Sumber Iran menyebut persoalan-persoalan tersebut membuat kesepakatan menyeluruh belum dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Di tengah proses diplomasi itu, tekanan internasional terus meningkat. Laporan media Amerika Axios menyebut Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi alternatif jika negosiasi gagal total.
Salah satu opsi yang disebut dipertimbangkan Washington adalah serangan militer presisi terhadap fasilitas strategis dan nuklir Iran.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas Timur Tengah, terutama karena kawasan itu menjadi jalur utama distribusi energi dunia.
Pengamat internasional menilai keberlanjutan dialog dan pembahasan “Deklarasi Prinsip” menunjukkan kedua pihak masih berupaya menghindari konfrontasi militer langsung meski ketegangan tetap tinggi.
Jika prinsip umum kesepakatan berhasil disetujui, para negosiator diperkirakan akan memasuki putaran final selama 30 hari untuk menyelesaikan seluruh isu yang masih tersisa.
Sumber: VoE
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








