Presiden Pezeshkian Ambil Langkah Besar, Iran Pulihkan Akses Internet Usai Gelombang Demo Berdarah

AKURAT.CO Pemerintah Iran mulai memulihkan layanan internet nasional setelah berbulan-bulan pembatasan ketat diterapkan selama gelombang demonstrasi besar yang dipicu krisis ekonomi dan anjloknya nilai mata uang rial.
Presiden Masoud Pezeshkian pada Senin memerintahkan pemulihan akses internet ke tingkat normal seperti sebelum aksi protes pecah pada Januari lalu. Kebijakan tersebut dilaporkan media pemerintah sebagai langkah penting untuk mengembalikan stabilitas komunikasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Keputusan ini menjadi perubahan besar setelah pemerintah sebelumnya membatasi akses internet secara luas, termasuk memperlambat media sosial dan melakukan pemadaman sementara jaringan nasional selama kerusuhan berlangsung.
Krisis Ekonomi Picu Gelombang Protes Nasional
Demonstrasi massal mulai meluas di berbagai wilayah Iran sejak akhir Desember dan memuncak pada Januari ketika nilai tukar rial terhadap dolar AS terus merosot tajam. Kondisi ekonomi yang memburuk memicu kemarahan publik terhadap kenaikan harga, tekanan hidup, dan ketidakpastian ekonomi nasional.
Untuk meredam penyebaran informasi terkait aksi protes, otoritas Iran menerapkan pembatasan internet ketat yang berdampak besar terhadap komunikasi warga hingga aktivitas bisnis digital.
Ribuan Korban Tewas Jadi Sorotan
Pemerintah Iran mengakui sebanyak 3.117 orang tewas selama kerusuhan berlangsung. Namun sejumlah organisasi hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban jiwa bisa mencapai 7.000 orang.
Teheran juga menuding Amerika Serikat dan Israel berupaya memanfaatkan situasi melalui tekanan ekonomi dan sanksi untuk memicu ketidakstabilan dalam negeri serta mendorong perubahan rezim.
Sumber: Yeni Safak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






