Akurat Logo

Hamas Konfirmasi Pemimpin Baru Sayap Militernya Tewas Dibunuh Israel Jelang Idul Adha

Fitra Iskandar | 28 Mei 2026, 07:16 WIB
Hamas Konfirmasi Pemimpin Baru Sayap Militernya Tewas Dibunuh Israel Jelang Idul Adha
Hamas. Foto: Elpais /Europa Press

AKURAT.CO Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya tujuh orang di Gaza City pada Rabu waktu setempat. Di tengah eskalasi terbaru ini, kelompok Hamas mengonfirmasi bahwa pemimpin baru sayap militernya, Mohammed Odeh, tewas dalam serangan udara Israel sehari sebelumnya.

Menurut pernyataan Hamas, Mohammed Odeh tewas bersama istri dan dua anaknya saat serangan menghantam kawasan pasar di Gaza City pada Selasa malam, hanya beberapa jam menjelang perayaan Idul Adha. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim militer Israel berhasil menargetkan dan membunuh Odeh.

Rumah sakit setempat melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan 12 lainnya luka-luka akibat serangan di pasar tersebut. Pada Rabu malam, rentetan serangan lain kembali menghantam Gaza City dan menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan. Lebih dari 20 warga lainnya dilaporkan terluka.

Rekaman video dari lokasi memperlihatkan kobaran api dari lantai atas sebuah bangunan, sementara warga panik mengevakuasi korban luka, termasuk anak-anak, menuju ambulans yang menunggu di jalanan.

Militer Israel menyatakan serangan terbaru di Gaza utara menargetkan dua anggota Hamas. Namun, serangan itu kembali memicu kecaman karena jatuhnya korban sipil di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk.

Hamas Sebut Mohammed Odeh Tokoh Penting Brigade Al-Qassam

Ribuan warga Gaza menghadiri pemakaman Mohammed Odeh dan keluarganya di Gaza City pada Rabu. Jenazah mereka dibungkus bendera hijau Hamas dan diarak dari masjid menuju pemakaman sambil diiringi teriakan dukungan serta tembakan ke udara.

Hamas menyebut Odeh sebagai salah satu generasi awal yang membantu membangun sayap militer kelompok tersebut, Brigade Al-Qassam. Dalam poster yang dibawa pelayat, Odeh disebut sebagai “salah satu kepala staf Brigade Al-Qassam.”

Israel menuding Odeh sebagai salah satu arsitek serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang berkepanjangan di Gaza.

Israel Katz mengatakan Odeh merupakan pemimpin keempat sayap militer Hamas yang berhasil dibunuh Israel sejak perang dimulai. Pendahulunya, Izz al-Din al-Haddad, dilaporkan tewas pada 16 Mei lalu.

“Kami berjanji Hamas tidak akan lagi memegang kekuasaan sipil maupun militer,” tulis Katz dalam pernyataannya di media sosial X.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang tengah bersiap menghadapi pemilu musim gugur mendatang, juga menegaskan Israel akan terus memburu pihak-pihak yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.

Idul Adha di Gaza Berlangsung Suram

Perayaan Idul Adha tahun ini kembali berlangsung dalam suasana duka di Gaza. Sebagian besar warga masih hidup mengungsi di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka hancur akibat perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 90 persen dari lebih dua juta penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal. Banyak keluarga kini bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian dengan kondisi sanitasi buruk, genangan limbah, dan ancaman penyakit.

“Ini bukan Idul Adha, kami seperti mati,” kata Mahmoud Saqer, warga Khan Younis yang mengungsi bersama keluarganya.

Di Khan Younis dan Gaza City, warga tetap melaksanakan salat Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan dan masjid yang hancur. Hampir tidak terlihat suasana perayaan selain beberapa balon yang tergantung di jalan.

“Tidak ada Idul Adha. Anak-anak saya sudah meninggal. Hari raya hanya untuk mereka yang tidak kehilangan siapa pun,” ujar Ayda Al-Banna, seorang perempuan pengungsi dari Gaza City.

Gencatan Senjata Gaza Masih Rapuh

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dicapai pada Oktober lalu disebut masih sangat rapuh. Sejak kesepakatan itu berlaku, lebih dari 900 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel.

Israel menyebut operasi militernya dilakukan sebagai respons atas ancaman dan pelanggaran dari Hamas. Namun, pejabat kesehatan Palestina mengatakan banyak korban tewas merupakan warga sipil.

Perang Gaza sendiri dipicu oleh serangan Hamas pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyandera 251 lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 72.803 warga Palestina telah tewas sejak konflik dimulai. Data tersebut berasal dari otoritas kesehatan di bawah pemerintahan Hamas, namun selama ini dianggap cukup kredibel oleh banyak lembaga internasional.

Sumber: Korea Herald

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.