Serangan Israel di Beirut Tewaskan 7 Orang, Targetkan Komandan Senior Hizbullah

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu menyatakan bahwa serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut dan satu kota terdekat menewaskan sedikitnya tujuh orang. Militer Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan anggota senior Hizbullah.
Lebanon terseret dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret setelah kelompok militan Hizbullah yang didukung Teheran melancarkan serangan ke Israel sebagai balasan atas tewasnya pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Israel kemudian merespons dengan serangan luas ke wilayah Lebanon serta operasi darat.
Kementerian Kesehatan menyebutkan, serangan udara Israel di kawasan Jnah, Beirut selatan, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 21 lainnya. Sumber keamanan Lebanon mengatakan empat mobil yang terparkir turut terkena dampak serangan.
Serangan lain yang menghantam sebuah kendaraan di Khaldeh, di selatan ibu kota, menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya, menurut pernyataan terpisah kementerian.
Militer Israel menyatakan telah menyerang seorang “komandan senior Hizbullah” dan satu anggota lainnya dalam dua serangan terpisah di wilayah Beirut, tanpa merinci identitas target maupun lokasi pasti.
Baca Juga: Israel Mulai Gemetar Melawan Hizbullah Lebanon, Sebab 2006 Israel di Hancurkan Hingga AS Khawatir
Hizbullah mengklaim telah melancarkan puluhan serangan lintas perbatasan serta terhadap pasukan Israel di dalam wilayah Lebanon.
Sekitar tengah malam, sirene peringatan serangan udara berbunyi di wilayah Galilea, Israel utara, menurut Komando Front Dalam Negeri militer Israel.
Hal itu terjadi beberapa jam setelah media Israel melaporkan rentetan lebih dari 40 roket yang ditembakkan Hizbullah. Kelompok tersebut juga mengklaim sejumlah serangan ke Israel utara dalam pernyataan terpisah pada Selasa malam.
Hizbullah menyatakan para pejuangnya terlibat dalam “pertempuran sengit” dengan pasukan Israel di dekat perbatasan pada Rabu dini hari, serta mengklaim serangan roket yang menargetkan sekelompok tentara di lokasi lain.
Militer Israel melaporkan adanya korban di pihaknya dalam beberapa hari terakhir di Lebanon selatan, termasuk empat tentara yang tewas.
Otoritas Lebanon menyebutkan perang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Israel memberi sinyal akan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan untuk membentuk zona penyangga guna menjauhkan Hizbullah dari perbatasan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Selasa mengatakan bahwa “seluruh rumah di desa-desa yang berdekatan dengan perbatasan di Lebanon akan dihancurkan.” Sementara itu, Menteri Pertahanan Lebanon Michel Menassa mengecam rencana tersebut sebagai “pendudukan baru atas wilayah Lebanon,” dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut pengerahan pasukan Israel sebagai “invasi ilegal.”
Sumber: Yonhap
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






