Akurat Logo

Geger di Amerika: Ibu Diduga Bunuh Anak-anak dan Suami Sebelum Bunuh Diri

Fitra Iskandar | 29 Mei 2026, 17:22 WIB
Geger di Amerika: Ibu Diduga Bunuh Anak-anak dan Suami Sebelum Bunuh Diri
Ibu Diduga Bunuh Anak-anak dan Suami Sebelum Bunuh Diri. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Tragedi mengerikan mengguncang Los Angeles, Amerika Serikat,. Satu keluarga ditemukan tewas dalam kasus dugaan pembunuhan dan bunuh diri yang kini tengah diselidiki polisi.

Media lokal Eyewitness News melaporkan seorang perempuan keturunan Armenia diduga membunuh dua anaknya yang masih kecil serta sang suami sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Korban tewas diketahui adalah Alec Basmajian, balita laki-laki berusia dua tahun, bayi perempuan bernama Ella Basmajian yang baru lahir, serta ayah mereka, Khajak Basmajian, 31 tahun.

Pihak kepolisian Los Angeles memastikan tidak ada buronan lain dalam kasus tersebut karena seluruh bukti awal mengarah pada aksi murder-suicide atau pembunuhan yang diakhiri bunuh diri.

“Tidak ada tersangka lain yang sedang dicari,” demikian pernyataan aparat setempat seperti dikutip media lokal.

Hingga kini identitas perempuan yang diduga menjadi pelaku belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.

Kasus ini langsung menarik perhatian publik Amerika Serikat karena melibatkan keluarga muda dengan dua anak yang masih sangat kecil.

Khajak Basmajian diketahui bekerja sebagai software engineer di perusahaan teknologi BlackLine.

Polisi belum mengungkap motif di balik tragedi tersebut dan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.

Otoritas setempat juga belum memberikan rincian terkait lokasi pasti penemuan jenazah maupun metode yang digunakan dalam insiden tersebut.

Penyidik meminta publik tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Tragedi keluarga ini menambah daftar kasus kekerasan domestik yang mengejutkan publik di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: APA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.