Akurat Logo

Skandal Seni di Rusia: Puluhan Karya Palsu Ernst Neizvestny Terungkap, Perwira Angkatan Laut Jadi Tersangka

Fitra Iskandar | 2 Juni 2026, 06:10 WIB
Skandal Seni di Rusia: Puluhan Karya Palsu Ernst Neizvestny Terungkap, Perwira Angkatan Laut Jadi Tersangka
Pematung Ernst Neizvestny. Foto: TASS

AKURAT.CO Otoritas Rusia mengungkap kasus pemalsuan karya seni besar yang melibatkan sedikitnya 30 karya palsu milik seniman legendaris Soviet, Ernst Neizvestny. Seorang perwira tinggi Angkatan Laut Rusia kini menjadi tersangka utama dalam kasus yang mengguncang dunia seni negara tersebut. 

Komite Investigasi Rusia pada 29 Mei 2026 mengumumkan pembukaan perkara pidana terkait pemalsuan karya Neizvestny, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam gerakan seni nonkonformis Soviet pascaperang. Tersangka yang telah ditetapkan adalah Maxim Koshkarev, wakil kepala staf Armada Utara Angkatan Laut Rusia berpangkat kapten tingkat dua.

Penyidik menuduh Koshkarev bersama sejumlah kaki tangan yang identitasnya masih dirahasiakan telah memalsukan sedikitnya 30 karya seni Neizvestny dan menjualnya kepada kolektor pribadi dengan nilai yang belum diungkapkan. 

Kasus ini mencuat setelah sejumlah karya mencurigakan ditemukan dalam pameran peringatan 100 tahun kelahiran Ernst Neizvestny yang digelar di New Tretyakov Gallery, Moskow, pada 16 Desember 2025 hingga 12 Mei 2026.

 Menurut sumber di pasar seni Rusia yang dikutip harian bisnis Kommersant, karya-karya palsu tersebut hanya ditemukan di antara koleksi pribadi yang dipinjamkan untuk pameran, sementara karya yang berasal dari koleksi museum dinyatakan asli. 

Awalnya, laporan Kommersant menyebut CEO Channel One Rusia, Konstantin Ernst, termasuk dalam daftar korban kasus tersebut. Ernst diketahui sebagai kolektor besar karya seni grafis dan seniman nonkonformis, termasuk karya-karya Neizvestny, serta disebut berperan dalam mendorong penyelenggaraan pameran peringatan tersebut. 

Namun, media tersebut kemudian merevisi laporannya dan menghapus informasi tersebut. Dalam pembaruan berita, Kommersant menyatakan bahwa Konstantin Ernst tidak terlibat dalam kasus itu dalam kapasitas apa pun. 

Sebaliknya, sejumlah tokoh dunia seni Rusia yang disebut sebagai korban antara lain pendiri Vellum Gallery, Lyubov Agafonova, direktur rumah lelang Pervye Imena, Roza Verkhovyna, serta direktur eksekutif Prometheus Art Foundation, Vyacheslav Yershov. 

Ernst Neizvestny dikenal sebagai salah satu seniman paling berpengaruh dalam sejarah seni modern Rusia. Namanya menjadi sorotan internasional setelah pemimpin Uni Soviet saat itu, Nikita Khrushchev, mengecam karyanya sebagai "seni dekaden" dalam sebuah pameran pada 1962.

 Akibat tekanan politik, Neizvestny dikeluarkan dari Serikat Seniman Soviet dan mengalami pembatasan dalam berkarya. Pada dekade 1970-an, ia bermigrasi ke Amerika Serikat, di mana karya-karyanya justru mendapat pengakuan luas dari kalangan kritikus seni internasional.

 Terungkapnya dugaan jaringan pemalsuan ini menjadi salah satu skandal seni terbesar di Rusia dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kekhawatiran baru mengenai keaslian karya seni yang beredar di pasar kolektor swasta.

Sumber: Meduza

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.