Akurat Logo

Kontroversi di Rusia: Perempuan Dilarang Bersihkan Pantai Tercemar Minyak, Picu Protes Relawan

Fitra Iskandar | 4 Mei 2026, 17:27 WIB
Kontroversi di Rusia: Perempuan Dilarang Bersihkan Pantai Tercemar Minyak, Picu Protes Relawan
Ilustrasi relawan membersihkan pantai yang tercemar tumpahan minyak. Foto: Moscow Times

AKURAT.CO Pemerintah kota Tuapse, Rusia, melarang relawan perempuan ikut membersihkan pantai yang tercemar minyak, dengan alasan melindungi kesehatan reproduksi. Kebijakan ini memicu perdebatan dan penolakan dari sejumlah relawan di lapangan.

Laporan media Kommersant menyebutkan, larangan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pejabat kota dan relawan, yang juga dihadiri perwakilan Kementerian Situasi Darurat Rusia. Otoritas meminta agar kebijakan ini “dipahami” demi alasan kesehatan.

Namun, sejumlah relawan perempuan menolak aturan tersebut. Mereka menilai keputusan itu bersifat diskriminatif dan menegaskan memiliki hak untuk menentukan sendiri risiko terhadap kesehatan mereka.

Pencemaran minyak di wilayah Tuapse terjadi setelah serangkaian serangan drone yang menargetkan kilang minyak dan terminal laut di kawasan tersebut sejak pertengahan April. Kebakaran yang ditimbulkan dilaporkan menyebabkan fenomena “hujan minyak” serta tumpahan produk minyak ke sungai dan laut di sekitar wilayah tersebut.

Akibat insiden ini, pemerintah setempat menetapkan status darurat di seluruh distrik Tuapse.

Pihak berwenang menargetkan pembersihan pantai rampung sebelum 1 Juni, bertepatan dengan dimulainya musim wisata. Namun, para pemerhati lingkungan menilai target tersebut sulit dicapai. Mereka memperkirakan garis pantai sepanjang sekitar 60 kilometer telah terkontaminasi limbah minyak.

Hingga kini, polemik larangan relawan perempuan masih berlanjut di tengah upaya penanganan krisis lingkungan yang kian mendesak di wilayah tersebut.

Sumber: Meduza

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.