Iran Sebut Ada Pihak yang Berupaya Menggagalkan Kesepakatan Damai dengan AS

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan adanya sejumlah pihak yang berupaya menggagalkan proses kesepakatan antara Teheran dan Washington yang saat ini tengah dinegosiasikan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan kedua negara.
Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi Iran, Araghchi menyebut Israel sebagai pihak yang paling menentang tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
“Tentu saja, ada penentang kesepakatan tersebut, yang dipimpin oleh rezim Zionis, yang mencari dalih untuk menggagalkannya,” kata Araghchi, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Trump Sebut AS-Iran Teken Perjanjian Damai Hari Ini
Pernyataan itu disampaikan di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung antara Teheran dan Washington. Kedua negara saat ini dikabarkan sedang berupaya menyusun kerangka memorandum kesepahaman sebagai dasar penyelesaian konflik yang pecah sejak awal tahun ini.
Konflik Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam setelah Washington bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Situasi kemudian mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata pada 7 April 2026. Hingga kini, kesepakatan gencatan senjata tersebut masih berlaku secara resmi.
Meski demikian, proses menuju perdamaian permanen belum sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah pembahasan kesepakatan damai, kedua pihak masih tercatat beberapa kali melakukan serangan terisolasi melalui berbagai operasi militer terbatas.
Araghchi menegaskan bahwa negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Pembicaraan tersebut difokuskan pada penyusunan kerangka kerja yang dapat menjadi dasar bagi penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Sebelumnya, sejumlah pejabat Iran menyatakan bahwa sebagian besar isu utama dalam pembahasan dengan Washington telah mencapai titik kesepahaman. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai penandatanganan kesepakatan final.
Baca Juga: AS Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz, Jalur Perdagangan Dunia Tetap Aman
Pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri Iran menunjukkan bahwa proses diplomatik masih menghadapi tantangan dari berbagai pihak yang dinilai tidak menginginkan normalisasi hubungan antara Teheran dan Washington.
Meski demikian, kedua negara disebut tetap melanjutkan pembicaraan guna mencapai formula perdamaian yang dapat mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





