Akurat Logo

Trump Puji China dan Rusia: Mereka Bisa Memperburuk Konflik Iran, Tapi Mereka Tidak Melakukannya

Fitra Iskandar | 18 Juni 2026, 13:03 WIB
Trump Puji China dan Rusia: Mereka Bisa Memperburuk Konflik Iran, Tapi Mereka Tidak Melakukannya
Ilustrasi. Presiden China Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan melontarkan pujian kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran.

Dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Rabu, Trump menyebut kedua pemimpin tersebut bersikap "netral" selama krisis berlangsung dan tidak menghalangi upaya Washington untuk membatasi ambisi nuklir Teheran.

"Saya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat situasinya menjadi jauh lebih baik," kata Trump.

Trump: Xi dan Putin Tidak Memperumit Situasi

Trump mengaku menghargai sikap Beijing dan Moskow yang tidak ikut memperkeruh konflik ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat.

"Saya ingin berterima kasih kepada China, Presiden Xi. Saya berbicara dengannya dan dia tetap netral, benar-benar netral. Saya sangat menghargainya," ujar Trump.

Ia juga memberikan apresiasi serupa kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Dan saya juga ingin berterima kasih kepada Vladimir Putin. Dia sangat netral. Mereka sebenarnya bisa membuat situasi jauh lebih sulit bagi kami," tambahnya.

Pernyataan tersebut menarik perhatian karena berbeda dengan kritik yang belakangan sering dilontarkan Trump kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di Eropa maupun Asia.

Trump Sindir Sekutu Amerika

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyinggung minimnya kontribusi sejumlah negara sekutu dalam operasi militer dan pengamanan jalur perdagangan internasional pascakonflik.

Beberapa negara Eropa dan Jepang sebelumnya menjadi sasaran kritik Trump karena dinilai tidak memberikan dukungan yang cukup terhadap operasi Amerika Serikat maupun upaya membuka kembali Selat Hormuz.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.