China Siapkan Aturan Ketat atasi Perang Harga, Platform Pengiriman Makanan Dilarang Bakar Uang
AKURAT.CO Pemerintah China mengambil langkah baru untuk meredam persaingan sengit di industri pengiriman makanan dengan merancang regulasi yang membatasi praktik subsidi agresif dan perang harga antarplatform.
Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR) pada Rabu (17/6/2026) merilis rancangan aturan yang ditujukan untuk menciptakan persaingan yang lebih sehat di sektor layanan pesan antar makanan dan ritel instan.
Regulasi tersebut dibuka untuk konsultasi publik hingga 17 Juli sebelum ditetapkan menjadi aturan resmi.
China Bidik Praktik Subsidi Berlebihan
Dalam rancangan aturan tersebut, platform digital dilarang memaksa pedagang untuk mengikuti program subsidi tertentu atau membebankan biaya subsidi kepada mitra usaha mereka.
Selain itu, perusahaan juga tidak diperbolehkan menggunakan kekuatan modal untuk melakukan praktik monopoli, persaingan tidak sehat, maupun menjual produk di bawah harga pokok demi merebut pangsa pasar.
SAMR menyebut kebijakan ini diperlukan untuk mengatasi fenomena "persaingan tidak rasional" yang dalam beberapa tahun terakhir semakin marak di industri pengiriman makanan China.
Meituan dan Alibaba Sambut Positif
Perusahaan pengiriman makanan terbesar di China, Meituan, menyatakan dukungannya terhadap rancangan regulasi tersebut.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, Meituan menilai aturan baru akan membantu perusahaan memahami batasan kepatuhan dalam menjalankan program promosi dan subsidi.
"Kebijakan ini membantu memperjelas batasan kepatuhan terkait aktivitas subsidi di industri," tulis perusahaan.
Sementara itu, layanan Taobao Shangou milik Alibaba juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan seluruh pelaku industri guna menciptakan lingkungan bisnis yang lebih adil dan tertib.
Persaingan Ketat Tekan Profit Perusahaan
Langkah regulator muncul setelah industri pengiriman makanan China mengalami persaingan harga yang sangat agresif dalam beberapa tahun terakhir.
Meituan bahkan baru-baru ini mencatat kerugian kuartalan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, meskipun pendapatannya masih tumbuh sesuai ekspektasi pasar.
Tekanan terhadap profitabilitas perusahaan sebagian besar disebabkan oleh persaingan sengit dengan sejumlah pemain besar di sektor "ritel instan", termasuk platform yang dioperasikan oleh JD.com
Namun sejumlah analis menilai kompetisi ekstrem yang selama ini menguras keuntungan perusahaan mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Regulator China Perangi Persaingan Harga Terendah
Pemerintah China dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif mengawasi praktik bisnis platform digital.
Otoritas berulang kali menyerukan penghentian strategi "harga terendah" yang dianggap merusak ekosistem bisnis dan mengancam keberlangsungan pelaku usaha kecil.
Bulan lalu, SAMR bahkan menginstruksikan regulator daerah untuk menjalankan inspeksi khusus hingga akhir tahun terhadap berbagai sektor ekonomi digital, mulai dari siaran langsung atau live streaming hingga layanan pengiriman makanan.
Kampanye tersebut bertujuan menindak perusahaan yang terlibat dalam perang harga berlebihan dan praktik persaingan tidak sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








